Share

8 Pemimpin Negara di Dunia yang Jenazahnya Diawetkan

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Minggu 16 Januari 2022 07:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 15 18 2532723 8-pemimpin-negara-di-dunia-yang-jenazahnya-diawetkan-tnkFSlqNDi.jpg Joseph Stalin (BBC)

KEMATIAN pemimpin negara meninggalkan duka mendalam untuk rakyatnya. Untuk mengenangnya, warga dapat mengunjungi makam sang pemimpin.

Namun, selain dimakamkan, ada juga pemimpin negara yang disemayamkan di dalam peti dan diawetkan dengan berbagai cara. Berikut sederet pemimpin dunia yang jenazahnya diawetkan, seperti dirangkum dari berbagai sumber pada Minggu (16/1/2022) :

1. Vladimir Ilyich Lenin

Vladimir Ilyich Lenin adalah politikus dan pemimpin terkenal dari Uni Soviet yang berkuasa pada 1917. Lenin dinyatakan meninggal pada 1924. Pria kelahiran 22 April 1870 di Simbirsk ini meninggal karena terserang stroke beberapa kali setelah ditembak musuh politiknya, Fanny Kaplan.

Lenin pernah berwasiat untuk dimakamkan di samping makam ibunya. Meskipun telah tiada, diktator Joseph Stalin tetap mengizinkan warganya untuk menziarahi jasad Lenin. Pemerintah Uni Soviet memutuskan tidak mengubur tetapi mengawetkannya. Jasad Lenin disemayamkan dalam peti kaca di Mausoleum Lenin di Lapangan Merah Moskow.

2. Kim II-sung

Kim II-sung merupakan pendiri sekaligus pemimpin pertama Korea Utara. Pria kelahiran 15 April 1912 ini sempat membentuk Down With Imperialism Union, sebuah organisasi perlawanan imperialisme Jepang pada Oktober 1926.

Kim II-sung dikabarkan meninggal pada 8 Juli 1994 karena serangan jantung. Jenazahnya pun diawetkan dengan cara dibalsem dan disemayamkan di peti kaca. Jasad Kim II-sung dibaringkan di Mausoleum Istana Kumsusan, Pyongyang, yang diresmikan pada tahun 1995.

3. Ho Chi Minh

Ho Chi Minh adalah seorang pemimpin Vietnam yang lahir dengan nama asli Nguyen Sinh Cung. Dikenal dengan julukan Paman Ho, Ho Chi Minh menggelorakan pembebasan Vietnam dan menjadi simbol kemerdekaan Vietnam.

Baca Juga : 5 Pemimpin Negara Paling Tua di Dunia

Diketahui Ho Chi Minh meninggal karena serangan jantung pada 2 September 1969 di Hanoi. Tepatnya saat Dirgahayu Republik Demokrasi Vietnam ke-44. Jasad pemimpin yang lahir pada 19 Mei 1890 di Kim Lien ini ternyata diawetkan dengan cara dibalsem. Setelah itu, disemayamkan di Mausoleum Ho Chi Minh, Lapangan Ba Dinh, Hanoi.

4. Mao Zedong

Sama seperti Ho Chi Minh, jasad Mao Zedong diawetkan dengan cara dibalsem. Mao Zedong merupakan seorang pemimpin dan pendiri negara Republik Rakyat China (RRC). Ia meninggal pada 9 September 1976. Jasadnya disemayamkan dalam sebuah peti kaca di Mausoleum Mao Zedong. Tempat tersebut berada di salah satu sisi Lapangan Tiananmen, Beijing, China.

Sebelumnya, Mao Zedong pernah berwasiat ingin dikremasi dan menjadi salah satu dari pejabat tinggi China pertama yang menyetujui proposal 'Semua Pemimpin Pusat di China Dikremasi Setelah Mati' pada November 1956.

5. Ferdinand Marcos

Ferdinand Marcos dikenal sebagai diktator Filipina dengan kasus korupsi merajalela. Mahkamah Agung Filipina memperkirakan, Marcos berhasil mengumpulkan 10 miliar dolar AS selama menjabat.

Diktator Filipina ini meninggal pada 1989. Marcos meninggal saat pelariannya ke Honolulu, Hawai, Amerika Serikat (AS). Saat itu juga ia menderita penyakit ginjal, jantung, dan paru-paru. Tahun 1993, Pemerintah Filipina baru mengizinkan jasad Marcos dibawa ke Filipina. Kemudian, pada tahun 1996 jasadnya diawetkan dan disemayamkan di ruang bawah tanah, mausoleum pribadi Byodo-In di Pulau Oahu, barat daya Filipina hingga kini.

6. Kim Jong-il

Kim Jong-il merupakan mendiang Pemimpin Tertinggi kedua Korea Utara (Korut) yang berkuasa pada 1994 hingga 2011. Selama masa pemerintahan Kim Jong-il, Korea Utara mengalami kelaparan hebat dari 1994-1998 dan mengakibatkan korban tewas antara 240.000 hingga 3,5 juta orang.

Saat berusia 82 tahun, Kim Jong-il diberitakan meninggal dunia lantaran terkena serangan jantung. Pada Januari 2012, Korea Utara mengumumkan jasad Kim Jong-il diawetkan dan disemayamkan dalam peti kaca di Mausoleum Istana Kumsusan, Pyongyang. Tepatnya di lantai bawah jenazah ayahnya, Kim il-sung.

7. Joseph Stalin

Joseph Stalin merupakan seorang pemimpin Uni Soviet. Ia dikenal karena kediktatorannya. Pada 5 Maret 1953, Joseph Stalin meninggal dunia karena stroke. Diduga, stroke yang dideritanya karena diracuni oleh lawan politiknya.

Empat hari setelah kematiannya, jenazah Stalin dibalsem dan diletakkan di sebelah jasad Lenin, di Mausoleum Lenin. Namun hanya sampai 31 Oktober 1961. Setelah itu Pemerintah Soviet memerintahkan jasad Stalin untuk dimakamkan di Tembok Kremlin. Semasa hidupnya Stalin dikenal sebagai diktator Soviet.

8. Hugo Chavez

Hugo Chavez, seorang presiden Venezuela sekaligus tokoh populis anti-Amerika yang mendeklarasikan revolusi sosialis di Venezuela. Chavez dinyatakan meninggal dunia pada 5 Maret 2013 setelah bergulat melawan penyakit kanker selama 2 tahun terakhir.

Wakil Presiden Nicolas Maduro mengatakan bahwa jasad Chavez akan diawetkan melalui cara dibalsem. Kemudian, jasad Chavez dimasukkan kedalam peti kristal di Museum Revolusi, yang lokasinya tidak jauh dari Istana Kepresidenan Miraflores. Pengawetan dilakukan agar jasad Chavez selalu dapat dilihat dan dikunjungi oleh rakyatnya setiap saat. (Dilansir dari berbagai sumber Pratitis Nur Kanariyati/Litbang MPI)

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini