NUKUALOFA - Tonga memohon "bantuan segera" karena kebutuhan mendesak akan air bersih dan makanan menyusul letusan gunung berapi bawah laut letusan Hunga-Tonga-Hunga-Ha'apai pada Sabtu (15/1/2022). Pemerintah masih berusaha menilai besarnya kerusakan yang disebabkan letusan itu.
Letusan Hunga-Tonga-Hunga-Ha'apai kali ini disebut sebagai letusan gunung berapi terbesar sejak erupsi Pinatubo di Filipina pada 1991. Letusan tersebut memicu tsunami dan menyelimuti negara kepulauan Pasifik itu dengan abu vulkanik.
“Komunikasi tetap terputus dan sejauh mana kerugian terhadap nyawa dan harta benda saat ini tidak diketahui. Yang kami tahu adalah bahwa Tonga membutuhkan bantuan segera untuk menyediakan air minum dan makanan segar bagi warganya,” kata Ketua Parlemen Tonga Lord Fakafanua dalam sebuah pernyataan yang dibagikan di media sosial sebagaimana dilansir Al Jazeera.
Seruan itu datang ketika para ahli mendeteksi letusan lain di Hunga-Tonga-Hunga-Ha'apai.
Australia dan Selandia Baru pada Senin (17/1/2022) mengirim penerbangan pengintai untuk menilai kerusakan di Tonga dan mengatakan mereka berkoordinasi dengan Amerika Serikat, Prancis, dan negara-negara lain dalam tanggapan kemanusiaan.
Menteri Pasifik Australia, Zed Seselja, mengatakan laporan awal menunjukkan tidak ada korban massal dan bahwa bandara "tampaknya dalam kondisi yang relatif baik", tetapi ada "kerusakan signifikan" pada jalan dan jembatan.
Palang Merah telah menawarkan bantuannya dan Forum Kepulauan Pasifik mengatakan siap membantu.
Efek letusan pada Sabtu terasa di seluruh Pasifik, di negara-negara kepulauan lain seperti Fiji, di mana video yang dibagikan di media sosial merekam suara ledakan letusan, dan di Amerika Utara dan Selatan. Awan abu yang sangat besar sekarang menyebar ke barat menuju Australia.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.