Share

Erupsi Gunung Tonga, Selandia Baru dan Australia Kirim Pesawat untuk Menilai Kerusakan, 80.000 Orang Terdampak

Susi Susanti, Okezone · Senin 17 Januari 2022 06:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 17 18 2533175 erupsi-gunung-tonga-selandia-baru-dan-australia-kirim-penerbangan-untuk-menilai-kerusakan-80-000-orang-terdampak-k5vYmbUMMt.jpg Gunung Tonga meletus (Foto: Tonga Geological Services)

SELANDIA BARU - Selandia Baru telah mengirim pesawat ke Tonga untuk menilai kerusakan setelah letusan gunung berapi besar yang memicu tsunami.

Letusan telah menutupi pulau-pulau Pasifik dalam abu, memutus aliran listrik dan memutuskan komunikasi.

Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) mengatakan kepada BBC, hingga 80.000 orang terdampak akibat erupsi itu.

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan tsunami telah menimbulkan "kerusakan yang signifikan".

Selain Selandia Baru, Australia juga mengirimkan penerbangan pengawasan untuk menilai tingkat kerusakan. Hingga saat ini masih sedikit informasi dari sana. Namun Tidak ada kematian yang dilaporkan sejauh ini.

Baca juga: Erupsi Gunung Berapi Bawah Laut Tonga Terasa di Seluruh Dunia

Angkatan Pertahanan Selandia Baru mentweet bahwa sebuah pesawat telah pergi untuk "membantu dalam penilaian dampak awal daerah dan pulau-pulau dataran rendah".

Katie Greenwood dari IFRC di Fiji mengatakan bahwa bantuan sangat dibutuhkan.

"Kami menduga ada hingga 80.000 orang di seluruh Tonga yang terkena dampak letusan itu sendiri atau dari gelombang tsunami dan genangan akibat letusan," katanya.

Baca juga:  BMKG: Tsunami Akibat Erupsi Gunung Berapi di Tonga Tak Timbulkan Bahaya di Indonesia

"Itu mengejutkan orang-orang, jadi kami menaruh perhatian pada pulau-pulau terluar itu dan kami sangat ingin mendengar dari orang-orang,” lanjutnya.

Seperti diketahui, gunung berapi bawah laut ini meletus pada Sabtu (15/1), mengirimkan segumpal abu ke langit dan memicu peringatan gelombang 1,2 m (4 kaki) mencapai Tonga. Letusannya begitu keras sehingga bisa terdengar di Selandia Baru, sekitar 2.383 km (1.481 mil) dari Tonga.

Penduduk setempat mengatakan Tonga terlihat "seperti pemandangan bulan" setelah dilapisi lapisan abu vulkanik.

Ardern pada Minggu (15/1) mengatakan debu dilaporkan mencemari pasokan air dan membuat air bersih menjadi kebutuhan vital.

Dia mengatakan listrik sedang dipulihkan ke beberapa bagian pulau dan telepon selular (ponsel) perlahan mulai bekerja kembali. Tetapi situasi di beberapa wilayah pesisir tetap tidak diketahui.

Badan amal bantuan mengatakan abu telah mendorong pihak berwenang untuk memberi tahu orang-orang untuk minum air kemasan dan memakai masker wajah untuk melindungi paru-paru mereka.

Saat langit menjadi gelap karena abu, video menunjukkan kemacetan lalu lintas saat orang-orang melarikan diri dari daerah dataran rendah dengan mobil. Beberapa jam kemudian, jaringan internet dan telepon Tonga terputus, membuat 105.000 penduduk pulau itu hampir seluruhnya tidak dapat dijangkau.

Sebelum letusan terbesar, gunung berapi telah meletus selama beberapa hari. Badan Meteorologi Tonga telah memperingatkan bahwa bau belerang dan amonia dilaporkan di beberapa daerah.

Banyak orang Tonga di Australia dan Selandia Baru menjadi khawatir akan keselamatan mereka karena tidak dapat berbicara dengan teman dan keluarga mereka,

Fatima mengatakan dia tidak mendengar apa-apa dari rekannya yang menjalankan restoran pinggir laut di ibu kota Tonga, Nuku'alofa.

"Semuanya sangat menyedihkan, kami berharap yang terbaik," katanya kepada BBC.

"Ini akan sangat memukul mereka karena mereka telah lama dikurung tanpa ada turis yang berkunjung dan sekarang ini,” ujarnya.

Gambar satelit menunjukkan beberapa pulau terpencil telah sepenuhnya tenggelam oleh air laut.

Para ahli mengatakan letusan gunung berapi Hunga-Tonga Hunga-Ha'apai adalah salah satu yang paling ganas di kawasan itu dalam beberapa dekade.

Gempa ini memicu peringatan tsunami di beberapa negara, termasuk Jepang dan AS, menyusul bencana banjir melanda beberapa bagian pantai California dan Alaska.

Menteri Luar Negeri Inggris Zac Goldsmith menyebut situasi di Tonga "mengejutkan" dan mengatakan Inggris siap membantu dan mendukung teman dan mitra Persemakmuran itu dengan cara apa pun yang bisa mereka lakukan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini