Share

Satu Pasien Covid-19 Omicron Warga Kota Malang Disebut Sudah Sembuh

Avirista Midaada, Okezone · Senin 17 Januari 2022 22:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 17 340 2533630 satu-pasien-covid-19-omicron-warga-kota-malang-disebut-sudah-sembuh-W9yBFVF1w6.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

KOTA MALANG - Satu pasien Covid-19 varian Omicron di Kota Malang ternyata telah dinyatakan negatif. Sebelumnya pasien ini telah terlebih dahulu didiagnosa terpapar Covid-19 pasca perjalanan ke luar Malang.

Wali Kota Malang Sutiaji mengakui, bila data yang sempat disampaikan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur ada satu warga Kota Malang yang terkonfirmasi positif Covid-19 varian Omicron benar adanya. Satu pasien itu dikonfirmasi positif Omicron melalui metode tes Whole Genome Sequencing (WGS).

"Tes WGS ternyata memang Omicron, tetapi pasiennya sudah negatif sudah dilakukan dua kali PCR sudah negatif dan memang dia isolasi mandiri tidak kemana-mana. Dan sudah sembuh yang terpapar Omicron itu hanya dia istrinya tidak kena jadi kalau di Kota malang ada yang sudah sembuh," ucap Sutiaji dikonfirmasi awak media, pada Senin siang (17/1/2022).

Pria kelahiran Lamongan ini menjelaskan, bila pasien Covid-19 Omicron di Kota Malang berjenis kelamin laki-laki ini memiliki riwayat mobilitas cukup tinggi.

"Memang perjalanannya dia cukup tinggi dia ke Bali terakhir dari Bali dia. Perjalanannya orang ini tiga titik sudah di tracing semua," ucapnya.

Dimana ia merupakan warga luar Kota Malang tetapi karena terkonfirmasi positif Covid-19 dan terdeteksi terpapar Omicron, ia akhirnya menjalani isolasi mandiri di rumah orang tuanya di daerah Mojolangu, Kota Malang.

"Dia ini warga luar Kota Malang tapi dia menempati rumah orang tuanya di Kota Malang. Sehingga sudah dilakukan tracing oleh puskesmas Mojolangu dan perjalanannya orang ini tiga titik sudah di tracing semua," tambahnya.

Tetapi Sutiaji menegaskan pasien Omicron yang dimaksud di Kota Malang tak ada hubungannya dengan pasien Covid-19 Omicron yang terdapat di Desa Banjararum, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.

Berbeda dengan pasien Covid-19 yang berasal dari Kecamatan Singosari, dimana suami dari pasien Omicron berinisial L sempat terlebih dahulu dinyatakan positif Covid-19 setelah pindah ke Malang dari Kabupaten Trenggalek, dan menjalani isolasi mandiri di rumah orang tuanya di Jalan Borobudur, Blimbing, Kota Malang.

"Tadi saya kumpulkan tracingnya sampai sekarang (pasien Covid-19 Omicron berkaitan Singosari, Kabupaten Malang) belum ada indikasi ke sana (Omicron) prosesnya panjang, kalau indikatornya di rekomendasi ke tes WGS tadi itu kalau CT value di bawah 25 dia direkomendasikan ke sana," jelasnya.

Sutiaji telah memerintahkan jajaran Dinkes Kota Malang untuk bergerak cepat melakukan pelacakan dan pengetesan kepada orang-orang yang sempat terindikasi memiliki kontak dengan pasien tersebut.

"Yang tadi suami yang kena tadi pergerakannya di Kota Malang dia kemarin tes dimana, pergerakannya ketemu siapa sudah ditesting, sudah ditracing kita semua, sekarang dalam proses," ungkapnya.

Sementara itu Kepala Dinkes Kota Malang dr. Husnul Muarif mengungkapkan, bila suami dari ibu muda berinisial L yang terkonfirmasi positif Covid-19 Omicron warga Desa Banjararum, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, sempat menjalani isolasi mandiri di rumah orang tuanya di Jalan Borobudur, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Tetapi saat itu pria suami dari L belum terkonfirmasi positif Covid-19 Omicron dan hanya terpapar Covid-19 biasa.

"Namun tidak melapor ke RT atau RW bahwa sedang isoman. Identitasnya kemudian terlacak kami dari NAR (new all record) pada 5 Januari 2022, dan tim survellen puskesmas setempat kemudian melacak dan menghubungi yang bersangkutan," ungkap Husnul.

Selanjutnya, sang suami yang terlebih dahulu terkonfirmasi positif Covid-19 meminta istrinya berinisial L dan anaknya tinggal di rumah orang tuanya yang ada di Desa Banjararum, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.

Selang lima hari berikutnya, tepatnya pada 10 Januari 2022, lanjut Husnul, istri atau L kembali melakukan cek ulang swab PCR. Saat itu, ditemukan hasilnya positif COVID-19 dan melakukan isolasi mandiri di rumah orang tuanya di Desa Banjararum, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.

"Hari Sabtu kemarin dan hari ini, yang suaminya kami lakukan kembali swab PCR oleh tim epidemiologi kita. Saat ini masih menunggu hasilnya," katanya.

Tetapi pihaknya menegaskan, pihaknya tak pernah melakukan uji sampel WPS (Whole Genome Sequencing) terhadap suami L, atau kemudian mengirimkan sampel WPS ke ITD Unair Surabaya.

"Kami tak pernah mengirimkan sampel WPS, jadi tidak ada warga Kota Malang yang terindikasi atau sudah pasti hasil uji sampel WPS terpapar Omicron," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan ada 8 pasien Covid-19 Omicron yang di Jawa Timur oleh Dinkes Provinsi Jawa Timur. Delapan pasien itu berdasarkan tes metode WGS berasal dari Surabaya sebanyak 6 orang, Kota Malang satu orang, dan Kabupaten Malang sebanyak satu orang.

Tes itu merupakan hasil dikeluarkan oleh laboratorium Institut of Tropical Disease (ITS) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Dari delapan orang tersebut tiga orang merupakan pasien Omicron yang masih berusia anak di bawah usia 5 tahun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini