Share

5 Negara dengan Kasus DBD Tertinggi, Dua Di Antaranya Tetangga Indonesia

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Senin 24 Januari 2022 05:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 23 18 2536480 5-negara-dengan-kasus-dbd-tertinggi-dua-di-antaranya-tetangga-indonesia-EyLpOWRJ0X.jpg ilustrasi.

JAKARTA - DBD atau Demam Berdarah Dengue merupakan infeksi yang disebabkan oleh virus dengue. Menurut Pusdatin Kemenkes, virus ini berasal dari nyamuk Aedes Spp. Nyamuk jenis ini sangat mudah berkembang biak di seluruh dunia. Berikut adalah 5 negara dengan kasus DBD terbanyak.

BACA JUGA: Waspada DBD di Tengah Pandemi Covid-19, Cegah dengan 3M Plus

1. Brasil

Data yang dipublikasi dalam laman resmi ECDC (European Center for Disease Prevention and Control) kasus demam berdarah di Brasil merupakan yang tertinggi sepanjang 2021. Total, ada 916.096 kasus di negara tersebut. Pemerintah Brasil telah memberikan peringatan bahwa DBD akan merebak saat musim hujan, yakni sepanjang Januari hingga Mei. Penularan DBD bisa lebih masif terjadi di wilayah perkotaan dan pinggiran kota, dengan curah hujan tinggi.

Sementara itu, imbauan juga dikeluarkan pemerintah kepada wisatawan yang ingin melancong ke Brasil sepanjang bulan tersebut. Wisatawan diharapkan mengenakan mengenakan pakaian berawarna netral dengan lengan panjang yang dapat menyerap keringat. Penggunakan repellent atau lotion anti nyamuk pada kulit dapat dilakukan, tentu dengan memperhatikan petunjuk pada kemasan.

BACA JUGA: Hotman Paris Sakit Demam Berdarah, Netizen: Orang Kaya Bisa DBD Juga Toh!

2. India

India juga masuk ke dalam daftar negara dengan kasus DBD tinggi, yakni 123.106 kasus pada 2021. Meskipun demikian, angka ini sudah sangat rendah jika dibandingkan dengan tahun 2019, yang menyentuh angka 200 ribu kasus. Tingkat kematian per 100 kasus juga sangat rendah, yakni sebesar 0,1%.

Pemerintah India terus memantau kondisi DBD di negaranya, dan mengeklaim bahwa penyebaran DBD tidak ada kaitannya dengan masifnya Covid-19. Melansir One India, Kementerian Kesehatan India langsung menerjunkan tim khusus untuk dikirim ke beberapa kota, seperti Gujarat, Gunja, Punjab, Kerala, Haryana, Pradesh, Odisha, Uttar serta masih banyak wilayah lainnya. Hal ini guna memastikan segala keperluan pencegahan DBD tersedia. Hasilnya, ketersediaan mesin fogging, obat-obatan, dan insektisida sudah mencukupi.

3. Vietnam

Sepanjang 2021, Vietnam mencatatkan 68.268 kasus DBD. Beberapa kota dengan jumlah kematian tertinggi adalah Dong Nai, Binh Duong, Phu Yen, Binh Thuan, Soc Trang, dan Ho Chi Minh. Pemerintah Vietnam menegaskan akan mengatasi kasus DBD yang sangat masif di negaranya, bersamaan dengan perang melawan Covid-19. Pemerintah juga menulis surat kepada dinas kesehatan provinsi dan kota serta para direksi rumah sakit untuk menyediakan fasilitas kesehatan terbaik bagi masyarakat. Pengaturan perawatan medis juga harus dilakukan, jangan sampai persebaran Covid-19 turut pula tinggi. Pemerintah terus berupaya untuk menyebarkan informasi mengenai gejala DBD kepada masyarakat. Di samping itu, pelayanan kesehatan diimbau untuk bisa menghampiri masyarakat setempat guna melakukan pemeriksaan dan konsultasi kesehatan.

4. Filipina

Sebanyak 66.655 masyarakat Filipina terserang DBD di tahun 2021. Angka ini menurun dibanding tahun 2020, yang menyentuh angka 77 ribu kasus. Kota Dumaguete, Siaton, Guihulngan, dan Tanjay merupakan sederet kota di negara tersebut dengan kasus paling tinggi. Sementara itu, pemerintah terus mengimbau masyarakat waspada. Selama musim penghujan terjadi, maka peluang terjadinya DBD akan terus terbuka.

5. Kolombia

Negara selanjutnya yang melaporkan banyaknya kasus DBD adalah Kolombia. ECDC menyebut, jumlah warga yang terserang DBD di Kolombia pada 2021 adalah 50.582. Sebanyak 52 kota di Kolombia terkena wabah DBD dan membuat pemerintah harus bekerja keras menanggulangi wabah ini. Melansir Outbreak News Today, pemerintah melalui Wakil Direktur Penyakit Menular Kementerian Kesehatan dan Sosial, Claudia Cuellar mengatakan bahwa kemungkinan besar Kolombia akan memasuki siklus epidemi pada akhir 2021 hingga awal 2022. Maka dari itu, pemerintah tengah menggaungkan imbauan agar masyarakat memahami upaya untuk menanggulangi DBD.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini