Cerita ini tertuang dalam hikayat Hang Tuah dengan tulisan "Ya tuanku, sabar juga dahulu, yang akan mengenai kiai Tiga itu atas pateklah, kerena banyak lagi prajurit yang kepetangan patek peliharakan. Indah apatah membunoh kiai Tuah itu dan segala Melayu lima orang itu, selang negeri besar - besar lagi dapat dialahkan? Adapun pekerjaan anak anda juga tuanku bicarakan, supaya main kita jangan ketara, karena Melayu itu bijaksana".
Namun, upaya pembunuhan Raja Malaka ini diketahui pihak kerajaan. Dengan kecerdikannya, Gajah Mada menyampaikan tak ada maksud sama sekali menghabisi nyawa Raja Malaka.
Gajah Mada berpura-pura tidak tahu tentang rencana percobaan pembunuhan. Justru Gajah Mada dan Majapahit menyebut berutang budi kepada Hang Tuah.
"Ayoh anak Tun Tuah, banyak kita berhutang kasih kepada anak Tuah. Jikalau lambat anak Tuah menikam juga, nescaya matilah manira ditikamnya, karena manira orang tua tiada berperang," demikian kisah di Hikayat Hang Tuah, yang artinya "Ayoh anak Tun Tuah, banyak kita berhutang kasih kepada terhadap anak Tuah. Jikalau terlambat anak Tuah menikamnya, niscaya matilah manira ditikamnya, karena manira ibu bapa yang tidak berdaya".
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.