Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mengaku Jalankan Misi Tuhan, Pria Ini Diduga Akan Membunuh Biden

Susi Susanti , Jurnalis-Senin, 31 Januari 2022 |17:02 WIB
Mengaku Jalankan Misi Tuhan, Pria Ini Diduga Akan Membunuh Biden
Seorang pria mengaku menjalankan misi Tuhan dan mengancam akan membunuh Biden (Foto: Facebook)
A
A
A

KANSAS - Seorang pria asal Kansas, Amerika Serikat (AS) menghadapi tuduhan federal potensial setelah diduga mengancam akan membunuh Presiden AS Joe Biden. Pria ini mengaku sedang dalam misi dari Tuhan untuk melakukan perjalanan ke Washington dan "memotong kepala ular."

"Saya datang untuk mengejar keledainya, Sleepy Joe," terang tersangka Scott Merryman kepada agen Dinas Rahasia (Secret Service) awal pekan ini.

“Saya sedang berbicara tentang Presiden Biden, dan Anda bisa mengutip saya,” lanjutnya.

Agen tersebut menghubungi Merryman setelah warga Kansas itu menelepon switchboard Gedung Putih dan mengatakan dia akan "memotong kepala ular/Antikristus” yang merujuk pada Biden.

Baca juga: Ditangkap Bawa AR-15, Pria California Mengaku 'Dapat Wahyu Tuhan' untuk Bunuh Biden

Merryman kemudian melakukan perjalanan dari Kansas ke Hagerstown, Maryland, sekitar 65 mil dari Washington. Lalu seorang agen Secret Service berbicara kepadanya di tempat parkir. Menurut pengajuan pengadilan, dia menyetujui penggeledahan, dan agen tersebut menemukan tiga peluru kaliber 45 dan sebuah spotting scope di ranselnya. Dia tidak memiliki senjata dan membantah mengancam membunuh Biden.

Baca juga: Biden Janji Pilih Wanita Kulit Hitam Sebagai Hakim Agung

Dalam sebuah wawancara dengan agen khusus, Merryman mengklaim bahwa dia sedang menuju ke Gedung Putih untuk menyampaikan pesan kepada Biden, dan menasihatinya bahwa orang-orang sudah muak dengan perpecahan di negara ini dan mengembalikannya kepada Tuhan (atau pergi ke neraka).

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement