JAKARTA - Jam'iyyah Nahdlatul Ulama melahirkan para pejuang yang memenangkan dan mempertahankan kemerdekaan. Meski banyak pahlawan dari NU yang berasal dari pesantren, hanya beberapa nama yang kemudian mendapat gelar Pahlawan Nasional.
Melansir situs nu.or.id, berikut beberapa nama dengan sejarah NU yang menerima gelar tersebut dalam rangka memperingati hari berdirinya NU tanggal 31 Januari besok.
Hadratusshekh KH Hasyim Asyari
Hadratusshekh KH Hasyim As'yari adalah tokoh utama dan pendiri Nahdatul Ulama. Dialah satu-satunya pemilik gelar Rais Akbar NU sampai akhir hayatnya. Ia dinyatakan sebagai pahlawan nasional pada 17 November 1964 berkat jasa-jasanya yang berperan besar melawan penjajah.
Salah satu pengabdiannya untuk negeri ini adalah memutuskan NU untuk mengeluarkan Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945. Tanggal itu kemudian dijadikan sebagai Hari Santri Nasional.
Baca juga: Cerita Mbah Moen Heran Banyak Orang Kagumi Gus Dur, Ternyata 4 Hal Ini Alasannya
KH Abdul Wahid Hasyim
KH Abdul Wahid Hasyim adalah putra dari Hadratusyekh KH Hasyim As'yari dan ayah dari presiden keempat Republik Indonesia KH Abdurrahmann Wahid.
Ia juga anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).
Baca juga: Sepak Terjang NU Perjuangkan Kemerdekaan Indonesia
Di Pondok Pesantren Tebuireng ia merintis masuknya ilmu-ilmu umum ke dalam dunia pondok pesantren. Ia dinyatakan sebagai pahlawan nasional pada 17 November 1960.