Share

Covid-19 Melonjak, Kapolda Jateng Perintahkan Anak Buah Lakukan Pencegahan Dini

Tim Okezone, Okezone · Senin 31 Januari 2022 13:17 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 31 340 2540447 covid-19-melonjak-kapolda-jateng-perintahkan-anak-buah-lakukan-pencegahan-dini-Lh94RATGq1.jpg Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi (Foto: Dok Polda Jateng)

SEMARANG - Kasus Covid-19 mengalami peningkatan di sejumlah provinsi di Jawa turut, termasuk Jawa Tengah (Jateng). Bahkan, di Banyumas terdapat klaster baru.

Di sekolah milik lembaga Al Irsyad ditemukan 25 orang yang dinyatakan positif terpapar Covid-19. Kemudian, di Tegal Kabupaten, kali pertama pada tahun 2022 ditemukan 5 orang dinyatakan positif pada 19 Januari lalu.

Baca Juga:  5 Pegawai Terpapar Covid-19, Kantor Imigrasi Malang Lockdown

Sepuluh hari kemudian terjadi peningkatan, yakni ada penambahan 11 orang yang dinyatakan positif Covid-19. Adapun para pendatang dari Jabodetabek yang menempuh perjalanan ke Jateng, setelah dilakukan testing beberapa orang juga dinyatakan positif.

Dengan adanya peningkatan kasus Covid-19, Polda Jateng merapatkan barisan dan menyiapkan sejumlah langkah termasuk mempersiapkan langkah kontijensi.

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi langsung mengarahkan jajaran melalui rapat virtual yang diikuti seluruh PJU dan kapolres jajaran di Ruang Rapat Polda Jateng, Senin (31/1/2022) pagi.

Baca Juga:  Kasus Covid-19 Terus Melonjak Sepekan Terakhir, PPKM Dievaluasi Hari Ini

Dalam arahannya, Kapolda menekankan agar fenomena temuan Covid-19 baru ini diwaspadai dan segera disikapi. Kapolda tak ingin melonjaknya Covid-19 di Jateng pada pada Juni 2021 lalu terulang lagi.

Untuk itu, dirinya meminta agar seluruh sarana dipersiapkan dengan baik sejak dini. "Jangan terulang kejadian bulan Juni (tahun lalu). Sarana tidak siap, ada yang diinfus di tenda dan di lorong (rumah sakit)," ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, Ahmad Luthfi memerintahkan agar PPKM Mikro diaktifkan kembali untuk mempermudah pencatatan data kasus positif dan mencegah penyebaran Covid-19.

Kapolda meminta tracking dan tracing ditingkatkan terutama pada masyarakat pendatang. "Bhabinkamtibmas dan Babinsa kontrol, catat dan laporkan kasus positif di wilayahnya. Tandai rumah warga yang terkonfirmasi positif. Beri stiker isoman," perintahnya pada jajaran.

Dia menambahkan, masyarakat tidak boleh dibiarkan sembuh sendiri. Namun, harus ada bimbingan dan pengawasan serta dipastikan mendapatkan penanganan secara tepat.

"Beri perhatian khusus pada warga yang terkonfirmasi positif, arahkan untuk dirawat ke isoter. Tracking dan tracing harus terus berjalan. Mumpung angkanya masih kecil, masih bisa dikendalikan," kata Kapolda.

Irjen Ahmad Luthfi meminta agar para kapolres bersinergi dengan stakeholder terkait yang di wilayahnya terdapat kasus positif untuk menyiapkan tempat isolasi terpusat sehingga lebih mudah dalam pengawasannya.

Namun ditegaskan, penanganannya harus dilakukan secara humanis dan tidak mengganggu perekonomian masyarakat yang saat ini mulai tumbuh. "Penanganan Covid-19 yang dilakukan harus mengedepankan upaya preventif dan preemptif. Tidak boleh mengganggu perekonomian masyarakat yang saat ini sudah membaik," kata Kapolda.

Bila semua ini berjalan baik, lanjutnya, penyebaran Covid-19 di Jawa Tengah dapat terkendali dan perekonomian masyarakat dapat terus tumbuh. "Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi, itu yang menjadi perhatian kita dan stakeholder terkait pada saat ini," ujar Kapolda.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini