Share

WHO: Puluhan Ton Limbah Medis Covid-19 Ancam Kesehatan

Antara, · Rabu 02 Februari 2022 06:26 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 02 18 2541146 who-puluhan-ton-limbah-medis-covid-19-ancam-kesehatan-2y3bedTmaI.jpg Limbah medis pandemi Covid-19 (Foto: Antara)

JENEWA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa puluhan ton limbah medis yang terdiri dari bekas jarum suntik, alat uji, dan botol vaksin selama pandemi Covid-19 mengancam kesehatan manusia dan lingkungan.

Menurut laporan WHO yang dirilis pada Selasa (1/1), barang-barang bekas yang sebagian dapat menularkan virus corona itu berpotensi menimbulkan luka bakar, luka tertusuk jarum suntik, dan kuman penyakit terhadap para petugas kesehatan.

WHO juga memperingatkan masyarakat yang dekat dengan tempat pembuangan sampah yang dikelola dengan buruk juga dapat terpengaruh melalui udara yang terkontaminasi dari pembakaran sampah, kualitas air yang buruk, atau hama pembawa penyakit.

Baca juga: WHO: Secara Global, Kasus Baru Covid-19 Melonjak Tajam Seminggu Terakhir

Laporan tersebut menyerukan reformasi dan investasi termasuk melalui pengurangan penggunaan kemasan yang menyebabkan tumpukan plastik dan bahan yang dapat didaur ulang.

Diperkirakan sekitar 87.000 ton alat pelindung diri (APD), atau setara dengan berat beberapa ratus paus biru, telah dipesan melalui portal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) hingga November 2021. Sebagian besar APD diperkirakan berakhir sebagai limbah.

Baca juga: Limbah Medis di Jakarta Meningkat 200% saat Kasus Covid-19 Melonjak

Laporan itu juga menyebutkan sekitar 140 juta alat uji berpotensi menghasilkan 2.600 ton sebagian besar sampah plastik dan limbah kimia yang cukup untuk mengisi sepertiga kolam renang Olimpiade.

Selain itu, diperkirakan sekitar 8 miliar dosis vaksin yang disalurkan secara global telah menghasilkan tambahan 144.000 ton limbah dalam bentuk botol kaca, jarum suntik, jarum, dan kotak pengaman.

Laporan WHO tidak menyebutkan contoh spesifik di mana penumpukan limbah paling mengerikan terjadi, tetapi merujuk pada tantangan seperti pengolahan dan pembuangan limbah resmi yang terbatas di pedesaan India serta sejumlah besar lumpur tinja dari fasilitas karantina di Madagaskar.

Bahkan sebelum pandemi, WHO mengatakan sekitar sepertiga fasilitas kesehatan tidak dilengkapi untuk menangani beban limbah yang ada.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini