Share

Foto Satelit Tunjukkan Rusia Kerahkan Jet Tempur hingga Tentara Secara Besar-besaran di Belarusia

Susi Susanti, Okezone · Senin 07 Februari 2022 13:22 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 07 18 2543478 foto-satelit-tunjukkan-rusia-kerahkan-jet-tempur-hingga-tentara-secara-besar-besaran-di-belarusia-ncOa5KnPLo.jpg Foto satelit tunjukkan Rusia kerahkan jet tempur hingga tentara (Foto: Maxar)

UKRAINA - Citra satelit baru yang dirilis oleh sebuah perusahaan teknologi yang berbasis di Amerika Serikat (AS) tampaknya menunjukkan bahwa militer Rusia telah meningkatkan penempatan pasukansecara bear-besaran di beberapa lokasi di Belarusia.

Langkah ini mungkin menjadi perhatian Ukraina dan NATO di tengah kekhawatiran bahwa Kremlin merencanakan serangan ke wilayah Ukraina.

Pengerahan militer itu kemungkinan terkait dengan latihan bersama antara pasukan Rusia dan Belarusia yang akan dimulai pada Kamis (10/2). Namun, foto-foto lain menunjukkan kamp-kamp didirikan di dekat perbatasan dengan Ukraina, ratusan mil dari tempat latihan berlangsung.

Menurut dua pejabat AS yang mengetahui perkiraan intelijen terbaru Washington, Kremlin diyakini telah mengumpulkan 70% personel militer dan senjata di perbatasan Ukraina yang akan dibutuhkan Rusia untuk invasi skala penuh.

Baca juga: Presiden Belarusia Prediksi Kapan Ukraina Bisa Membentuk Negara Persatuan dengan Rusia

Namun, tidak jelas berapa lama waktu yang dibutuhkan pasukan Rusia untuk meningkatkan jumlah pasukan lebih banyak, atau apakah mereka memiliki kemampuan penuh untuk menyerang.

Gambar-gambar dari Maxar – yang diambil Sabtu (5/2) - konsisten dengan video media sosial (medsos) yang baru-baru ini diposting yang menunjukkan pasukan Rusia bergerak melalui Belarus dan membuat kamp lapangan dalam jarak 20 mil dari perbatasan Ukraina.

Baca juga: Khawatir Serangan Rusia, Pasukan Bala Bantuan AS untuk NATO Tiba di Polandia

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Beberapa citra menunjukkan lapangan terbang Luninets Belarusia, tempat jet tempur Rusia dikerahkan menjelang latihan, yang dijuluki Union Resolve 2022. Foto-foto menunjukkan sistem pertahanan udara S-400 Rusia dan pesawat serang Su-25 di lapangan terbang. Kementerian Pertahanan Rusia merilis video pada Sabtu (5/2) tentang kedatangan pesawat di Luninets.

Menurut Zvezda, publikasi Kementerian Pertahanan Rusia, salah satu batalyon S-400 telah melakukan perjalanan dari Khabarovsk di Timur Jauh Rusia, perjalanan lebih dari 5.600 mil (9.000 kilometer).

Foto-foto lain dari Maxar menunjukkan pasukan Rusia berdiri agak jauh dari tempat latihan direncanakan. Termasuk di Rechitsa, sebuah kota Belarusia sekitar 170 mil (270 kilometer) timur Luninets dekat dengan perbatasan Rusia, Belarusia dan Ukraina bertemu.

Pasukan yang berkumpul di sana termasuk tank, howitzer, dan kendaraan tempur infanteri.

Gambar-gambar menunjukkan bahwa untuk pertama kalinya beberapa perkemahan tenda telah dibuat di Rechitsa. Perkembangan itu dan rekaman terbaru dari daerah itu menunjukkan kehadiran Rusia yang berkembang di sana. Video yang diposting ke media sosial menunjukkan pasukan Rusia menghibur penduduk lokal di Rechitsa, dengan musik dan demonstrasi di sebuah acara yang disebut Two Nations, One History, One People.

Beberapa gambar lain dari Maxar menunjukkan kehadiran Rusia yang berkembang di barat daya Rechitsa, dan dalam jarak 15 mil (25 kilometer) dari perbatasan Ukraina, di daerah pedesaan dekat kota Yelsk.

Maxar menilai penyebaran di dekat Yelsk mencakup rudal balistik jarak pendek Iskander, yang memiliki jangkauan sekitar 250 mil (400 kilometer).

Sementara itu, Rusia telah berulang kali membantah bahwa pihaknya berencana untuk menyerang Ukraina, meskipun ada penambahan pasukan besar-besaran Moskow di wilayah tersebut.

Analis di IHS/Janes, sebuah perusahaan intelijen militer, percaya ada elemen dari setidaknya tiga Grup Taktis Batalyon Rusia di Yelsk.

Penumpukan pasukan besar-besaran telah menyebabkan kekhawatiran di antara para pemimpin AS dan Eropa. Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan pada Kamis (3/2) bahwa penempatan Moskow ke Belarusia adalah yang terbesar sejak Perang Dingin.

Seorang diplomat Eropa menyebut pengerahan pasukan sebagai hal yang sangat mengkhawatirkan dan mencatat bahwa ini akan menjadi bagian yang hilang yang dibutuhkan Moskow untuk melancarkan serangan cepat ke ibukota Ukraina, Kyiv, yang berjarak kurang dari dua jam dari perbatasan Belarusia.

Berdasarkan perhitungan cuaca yang tersedia untuk umum, waktu optimal untuk invasi Rusia adalah saat ada pembekuan tanah yang keras, sehingga alat berat dapat dengan mudah bergerak. Para pejabat AS mengatakan Putin akan mengerti bahwa dia perlu pindah pada akhir Maret mendatang.

Sementara itu, Gedung Putih telah berhenti mengatakan invasi potensial Rusia "sudah dekat" karena kekhawatiran bahwa istilah tersebut menunjukkan Presiden Vladimir Putin telah membuat keputusan untuk menyerang Ukraina.

"Kami masih belum tahu bahwa dia telah membuat keputusan," kata sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki pekan lalu.

Penasihat Kepresidenan Ukraina Mykhailo Podoliak mengatakan pada Minggu (6/2) tidak ada bukti bahwa Rusia akan mengambil "langkah-langkah kritis untuk invasi skala penuh" ke negara itu, tetapi menambahkan bahwa Kyiv dan mitranya sedang mempersiapkan segala kemungkinan skenario.

"Situasinya sepenuhnya terkendali. Dengan satu atau lain cara, kami tidak mengurangi aktivitas kerja diplomatik untuk memastikan de-eskalasi yang berkelanjutan dan penuh," kata Podoliak kepada media pemerintah.

Dia mencatat bahwa konsentrasi pasukan Rusia yang mengancam di perbatasan Ukraina tetap ada, tetapi menekankan hal itu telah berlangsung selama beberapa tahun.

1
4

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini