Share

Wanita Ini Dibebaskan Usai Dipenjara 10 Tahun karena Keguguran

Antara, · Kamis 10 Februari 2022 10:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 10 18 2545033 wanita-ini-dibebaskan-usai-dipenjara-10-tahun-karena-keguguran-IfGUXrvumm.jpg Wanita ini dibebaskan usai dipenjara 10 tahun karena keguguran (Foto: Reuters)

SAN SALVADOR - Menurut sebuah kelompok hak asasi manusia (HAM) setempat, pihak-pihak berwenang El Salvador pada Rabu (9/2) membebaskan seorang wanita, yang sudah menjalani hukuman penjara satu dekade dari vonis 30 tahun atas tuduhan pembunuhan berat, setelah mengalami keguguran.

Organisasi tersebut mengatakan wanita itu bernama Elsy, 38, mengalami keguguran pada Juni 2011 saat bekerja sebagai pekerja rumah tangga.

Kelompok Warga untuk Dekriminalisasi Aborsi di El Salvador, yang merilis foto yang dikatakan menggambarkan Elsy setelah dibebaskan dari penjara, mengatakan kasus pengadilan Elsy sejak awal penuh dengan penyimpangan dan tanpa menjalankan prinsip praduga tak bersalah.

Baca juga: Usai Keguguran, Bolehkah Langsung Hamil Lagi?

"Kami merayakan pembebasan Elsy setelah 10 tahun. Hukuman 30 tahun yang salah untuk pembunuhan berat telah berakhir. Kami harus terus berjuang tanpa lelah untuk membebaskan mereka yang tetap dirampas kebebasannya," kata ketua kelompok itu, Morena Herrera, dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Divonis 30 Tahun Penjara karena Aborsi, Wanita El Salvador Akhirnya Dibebaskan

"(Elsy) dipisahkan dari putranya, anak satu-satunya. Sekarang, lebih dari 10 tahun kemudian, Elsy akan dapat bersatu kembali dengannya dan keluarganya," tambah organisasi itu.

Sementara itu, pihak-pihak berwenang El Salvador tidak menanggapi permintaan komentar atau mengonfirmasi pembebasan tersebut. Reuters tidak dapat memverifikasi secara independen rincian kasus tersebut.

Organisasi itu mengatakan bahwa Elsy segera ditangkap dan tidak lama setelah penangkapan itu ia didakwa dengan pembunuhan berat.

Selama 20 tahun terakhir, El Salvador --yang melarang aborsi dalam keadaan apa pun, termasuk kasus pemerkosaan, inses, dan ketika kesehatan wanita dalam bahaya-- telah menuntut secara pidana sekitar 181 wanita yang mengalami keadaan darurat kehamilan. Menurut organisasi feminis tersebut, sejak 2009, 61 di antara mereka telah dibebaskan,

Pengadilan HAM Antar-Amerika memutuskan pada November bahwa El Salvador telah melanggar hak-hak seorang wanita bernama Manuela, yang dijebloskan ke penjara karena melanggar undang-undang aborsi. Manuela meninggal saat menjalani hukuman 30 tahun.

Desember tahun lalu, sebagai bagian kampanye yang disebut "Bebaskan 17," para pesohor termasuk America Ferrera, Milla Jovovich dan Kathryn Hahn meminta Presiden Salvador Nayib Bukele untuk membebaskan 17 wanita yang dipenjara setelah mengalami keguguran dan keadaan darurat kehamilan lain.

Kelompok pembela HAM itu mengatakan sejak peluncuran kampanye itu, lima dari para perempuan itu telah dibebaskan, termasuk Elsy.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini