Share

Perang Pecah, Rudal Hipersonik Zircon Rusia Mampu Ratakan Ukraina Dalam Sekejap

Fahmi Firdaus , Okezone · Jum'at 11 Februari 2022 10:55 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 11 18 2545646 perang-pecah-rudal-hipersonik-zicron-rusia-mampu-ratakan-ukraina-dalam-sekejap-zQMLW4GJ87.jpg Rudal zicron/ist

PASUKAN pendudukan Rusia melanggar gencatan senjata dengan menyerang wilayah Operasi Pasukan Gabungan (JFO) di Ukraina timur. Akibatnya, terjadi baku tembak dikeduabelah pihak.

(Baca juga: Baku Tembak Pecah, Rusia Mulai Serang Ukraina)

Rusia memiliki persenjataan mutakhir. Salah satunya adalah rudal hipersonik 3M22 Zircon. Rudal ini mempunyai kecepatannya yang mencapai 6 match. Selain itu, rudal hipersonik Zircon mampu menembus sistem pertahanan anti-rudal konvensional.

Melansir Popular Mechanics dari laman military.com, rudal ini mempunyai kemampuannya terbang rendah pada lintasan balistik atmosfer rendah. Dengan kecepatan hingga 6 match, rudal Zircon dapat menembus sistem pertahanan anti-rudal tradisional.

(Baca juga: Jenderal AS: Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas ke Timur Tengah)

Kemampuan terbang dengan sangat cepat membuat tekanan udara di bagian depan membentuk awan plasma saat bergerak. Nah, awan plasma ini menyerap gelombang radio dan membuatnya tidak terdeteksi oleh sistem radar aktif.

Rudal Zirkon mampu terbang menjangkau jarak 1.000 kilometer karena dibekali dengan bahan bakar canggih. Oleh karena itu, jika sebuah kapal perang Amerika Serikat (AS) mendeteksi rudal Zirkon dari jarak 100 mil, itu artinya hanya memiliki waktu sekitar satu menit untuk menetralisirnya.

Bahkan sistem pencegat rudal Aegis milik AS hanya punya waktu reaksi 8-10 detik untuk mencegat serangan rudal Zirkon yang masuk. Dalam waktu 8-10 detik itu, rudal Zirkon Rusia sudah menempuh jarak 20 kilometer, dan rudal pencegat tidak cukup cepat untuk mengejarnya.

Untuk mencegat rudal Zirkon Rusia, AS perlu mencegatnya saat peluncuran atau menerbangkan objek ke jalur penerbangannya. Pergeseran Rusia mengembangkan senjata hipersonik kemungkinan merupakan cara untuk bersaing dengan superioritas Amerika dalam ukuran, teknologi, dan jumlah kapal induk. Angkatan Laut AS bermaksud untuk mempertahankan kekuatan 12 kapal induk bertenaga nuklir. Sebaliknya, Rusia hanya memiliki satu kapal induk-- dan akan dikerahkan dengan kapal tunda jika mesinnya rusak.

Saat berada di laut, salah satu dari 15 korvet kelas Buyan Rusia mampu membawa hingga 25 rudal hipersonik Zirkon.

Dibutuhkan kurang dari setengah lusin rudal Zirkon untuk menenggelamkan kapal induk Amerika yang paling canggih, seperti USS Gerald R Ford. Beberapa orang pengamat mengatakan bahwa inovasi seperti rudal Zircon memindahkan pengembangan teknologi militer dari sistem berbasis kapal induk. Untuk itu, Angkatan Laut AS perlu mempertimbangkan kembali peran kapal induk di masa depan.

Beberapa waktu lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin dengan tegas memperingatkan NATO agar tidak mengerahkan pasukan dan senjatanya ke Ukraina.

Putin mengatakan itu merupakan "garis merah" atau batasan bagi Rusia dan akan memicu respons yang kuat. Mengomentari kekhawatiran Barat tentang dugaan niat Rusia untuk menyerang Ukraina, dia mengatakan bahwa Moskow juga khawatir tentang latihan NATO di dekat perbatasannya.

Dia menyatakan keprihatinan bahwa NATO pada akhirnya dapat menggunakan wilayah Ukraina untuk menyebarkan rudal yang mampu mencapai pusat komando Rusia hanya dalam lima menit.

“Saya berharap akal sehat dan tanggung jawab untuk negara mereka sendiri dan komunitas global pada akhirnya akan menang,” ujarnya seperti dikutip dari AP, beberapa waktu lalu.

Dia menambahkan bahwa Moskow telah dipaksa untuk melawan ancaman yang berkembang dengan mengembangkan senjata hipersonik baru.

"Apa yang harus kita lakukan?" kata Putin. “Kami perlu mengembangkan sesuatu yang serupa untuk menargetkan mereka yang mengancam kami. Dan kita bisa melakukannya bahkan sekarang,” tegasnya.

"(Rudal) itu juga hanya membutuhkan lima menit untuk menjangkau mereka yang mengeluarkan perintah," tutup Putin.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini