MOSKOW – Setelah menarik sebagian pasukannya dari wilayah dekat perbatasan Ukraina pada Selasa (15/2/2022), Rusia mengejek klaim Barat bahwa Moskow merencanakan invasi besar-besaran dalam waktu dekat.
Dalam sebuah pernyataan, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan bahwa propaganda perang Barat telah gagal dan telah dihancurkan oleh tindakan Moskow.
BACA JUGA: Rusia Tarik Sebagian Pasukan dari Perbatasan Dekat Ukraina
“15 Februari 2022 akan tercatat dalam sejarah sebagai hari ketika propaganda perang Barat gagal,” tulis Zakharova sebagaimana dilansir RT. Menurutnya, Barat telah “dipermalukan dan dihancurkan tanpa melepaskan satu tembakan pun.”
Pada saat yang sama, Kementerian Pertahanan Moskow mengumumkan bahwa sejumlah tentara Rusia telah menyelesaikan latihan mereka di Belarus, dekat perbatasan Ukraina, dan akan memulai proses penarikan.
Komentar Zakharova muncul setelah Bloomberg, mengutip pejabat Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (12/2/2022) melaporkan bahwa serangan terhadap Ukraina dapat terjadi pada Selasa (16/2/2022). Bloomberg melaporkan bahwa kemungkinan serangan mungkin termasuk provokasi di wilayah Donbass atau terhadap Kiev.
Pada akhir pekan penasihat keamanan nasional Gedung Putih, Jake Sullivan, mengatakan kepada CNN bahwa "sumber dan informasi intelijen" menyarankan "aksi militer besar" dapat "dimulai kapan saja". Dia mengatakan bahwa invasi bisa terjadi pekan depan sebelum akhir pertandingan Olimpiade.