Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kejar Target, Moeldoko Minta Vaksinasi Anak 6-11 Tahun Lebih Digas

Raka Dwi Novianto , Jurnalis-Jum'at, 18 Februari 2022 |00:33 WIB
Kejar Target, Moeldoko Minta Vaksinasi Anak 6-11 Tahun Lebih Digas
KSP Moeldoko meminta vaksinasi terhadap anak usia 6-11 lebih digas. (Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menekankan pentingnya percepatan vaksinasi anak usia 6-11 tahun. Moeldoko menyampaikan hal tersebut menyusul meningkatnya kasus Covid-19 pada anak-anak.

"Vaksinasi anak harus lebih digas karena sampai saat ini persentasenya belum mencapai target," kata Moeldoko dalam keterangannya, Kamis (17/2/2022).

Sebagai informasi, berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per 16 Februari 2022, capaian vaksinasi anak 6-11 tahun untuk dosis satu masih di angka 66,72 persen atau 17,6 juta anak. Sementara dosis dua di kisaran 29,28 persen atau 7,7 juta anak. Target vaksinasi usia 6-11 tahun sebanyak 26,4 juta anak.

Menurut Moeldoko, untuk mengejar target itu perlu dukungan sumber daya dan pendekatan yang berbeda agar kegiatan vaksin menarik bagi anak-anak.

"Jangan disamakan dengan orangtua yang bisa duduk anteng. Anak-anak itu kalau satu nangis bisa nular ke yang lain. Nah ini perlu kemasan yang menarik misalnya ada permainan dan snack supaya mereka lebih senang," kata Moeldoko.

Mantan Panglima TNI ini menilai, perlu ada kolaborasi antara pemerintah dan swasta untuk percepatan vaksinasi anak usia 6-11 tahun.

Seperti diketahui, Kamis (17/2) pagi, Presiden Joko Widodo juga menyampaikan arahan terkait pentingnya percepatan vaksinasi anak dan lansia. Hal ini disampaikan Presiden, saat memantau pelaksanaan vaksin yang dilakukan secara virtual.

"Saya ingin menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan vaksinasi pagi hari ini. Ini penting sekali karena memang kasus sekarang ini sedang naik sehingga diperlukan percepatan vaksinasi terutama untuk lansia dan anak. Karena kunci dalam pengendalian COVID-19 saat ini, utamanya varian Omicron ada dua, yang pertama kecepatan vaksinasi baik itu vaksinasi suntikan yang kedua maupun untuk suntikan penguat atau booster," tutur Presiden Jokowi.

(Erha Aprili Ramadhoni)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement