Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Panglima TNI Akan Koordinasi dengan Prabowo soal Penambahan 50.000 Prajurit di IKN

Riezky Maulana , Jurnalis-Jum'at, 18 Februari 2022 |08:51 WIB
Panglima TNI Akan Koordinasi dengan Prabowo soal Penambahan 50.000 Prajurit di IKN
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengatakan, akan menambah prajurit di kawasan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantata, Kalimantan Timur sebanyak 30.000 - 50.000 orang. Nantinya, para prajurit baru akan bertugas di Kodam, Lanud, hingga Lanal baru.

Namun, dirinya akan terlebih dulu berkoordinasi dengan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto terkait hal tersebut. "Berkoordinasi kepada Menteri Pertahanan karena dia yang memiliki kewenangan pembangunan kekuatan, antara 30 hingga 50 ribu personel baru, darat, laut, udara. Di luar kekuatan TNI saat ini," kata Andika, Kamis 17 Februari 2022.

Baca Juga:  Heroik! Satgas Pamtas Evakuasi Mobil Pikap yang Nyaris Jatuh ke Jurang

Lebih jauh disampaikan, dengan adanya alokasi puluhan ribu prajurit itu bukan berarti aKan merekrut prajurit baru. Melainkan diambil dari beberapa prajurit yang pernah bertugas di seluruh wilayah Indonesia.

Sedangkan untuk para prajurit yang akan menjadi pengganti itulah yang akan dihadirkan melalui sistem rekrutmen baru. "Penambahan yang kami maksud itu bukan berarti kita yang baru masuk. Kita akan ambil dari seluruh satuan di seluruh Indonesia, darat laut udara. Penggantinya itulah yang kita ambil dari rektrutmen-rekrutmen baru," ujarnya.

Baca Juga: Sampaikan Arahan Panglima TNI, Kasdam Kasuari Ingatkan Jajarannya Bertugas Sepenuh Hati

Diberitakan sebelumnya, Andika menuturkan, akan membangun markas baru di kawasan IKN Nusantara , Kalimantan Timur bagi tiga matra. TNI AD memiliki kebutuhan tanah 800 hektare, TNI AU 2.700 hektare, dan TNI AL 1.300 hektare.

Sehingga jika diakumulasikan, luas total tanah yang dibutuhkan TNI untuk pembangunan markas mencapai 4.500 hektare. Luas tanah sebesar itu disebutkan Jenderal Andika untuk membangun Komando Daerah Militer (Kodam) baru, Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud), Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal), serta tiap-tiap perangkatnya

"Untuk menghadirkan Kodam baru dan seperangkatnya. Untuk Angkatan Udara tadi seperangkatkan termasuk Lanud. Kemudian, Angkatan Laut di situ ada Armada, Pangkalan Angkatan Laut, itu kira-kira total semuanya darat, laut udara itu 4.500an hektare," ujarnya.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement