Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Partai Fasis Indonesia Tak Berumur Panjang karena Gagasannya Ditolak Kaum Pergerakan

Solichan Arif , Jurnalis-Sabtu, 19 Februari 2022 |13:50 WIB
Kisah Partai Fasis Indonesia Tak Berumur Panjang karena Gagasannya Ditolak Kaum Pergerakan
Sejarah pembentukan Partai Fasis Indonesia (Foto: istimewa)
A
A
A

BLITAR - Kaum fasis Indonesia yang menghimpun diri dalam Partai Fascist Indonesia (PFI) pernah tercatat dalam sejarah panjang politik tanah air. Pada bulan Juli 1933 di Bandung Jawa Barat, kaum fasis mendirikan Partai Fasis Indonesia.

Kemunculan partai fasis Indonesia yang diinisiasi Dr Notonindito itu mengejutkan dunia pergerakan Indonesia. Dr Notonindito merupakan bekas anggota PNI lama (PNI Bung Karno) di Pekalongan Jawa Tengah.

Ia seorang intelektual yang mengecap pendidikan tinggi di Eropa. “ Notonindito ialah putra Raden Pandji Notomidjojo, bekas Patih Kabupaten Rembang,” tulis Wilson dalam buku “Orang dan Partai Nazi di Indonesia, Kaum Pergerakan Menyambut Fasisme”.

Notonindito pada tahun 1921 bertolak ke Belanda untuk belajar ekonomi perdagangan. Sebelumnya, seusai tamat MULO pada tahun 1918, ia melanjutkan belajar di Telefoon Cursus di Weltevreden.

Setelah itu, ia menjadi pegawai Gouvernement Telefoon Dienst. Di tahun 1923 Notonindito yang meraih gelar adjunc accountant, bekerja di kantor akuntan di Amsterdam.

Baca juga: Ketika Ajudan Jenderal Ahmad Yani Temui Sarwo Edhie Wibowo Sambil Menangis

Pada pertengahan tahun 1924, Notonindito bertolak ke Berlin Jerman untuk melanjukan studi ekonominya, dan meraih gelar Doktor pada November 1924. Tesisnya berjudul : Sedjarah Pendek Tentang Perniagaan, Peladjaran dan Indoestri Boemipoetra di Poelaoe Djawa”.

“Sepulangnya ke Indonesia, ia membuka kantor di Pekalongan sambil merangkap sebagai anggota PNI,” tulis Wilson.

Baca juga: Ketika Arya Damar Melamar Selir Cantik Ayahnya, Dewi Kian Merespons Begini

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement