Serangan gencar dan bertubi-tubi dari kaum pergerakan membuat Dr Notonindito ragu melanjutkan kepemimpinannya di Partai Fasis Indonesia. Ia bahkan menyangkal akan menjadi pimpinan Partai Fasis Indonesia.
Partai Fasis Indonesia tidak berumur panjang. Partai yang didirikan Notonindito tiba-tiba hilang begitu saja tanpa sempat melaksanakan program-programnya.
“Paling tidak, Notonindito telah menyadarkan kaum pergerakan bahwa ide-ide nasionalisme yang reaksioner mempunyai persemaian di kalangan bumiputra,” tulis Wilson dalam “Orang dan Partai Nazi di Indonesia, Kaum Pergerakan Menyambut Fasisme”.
Baca juga: Tragedi 7 Januari 1962: Konvoi Bung Karno Dilempar Granat di Makassar
(Fakhrizal Fakhri )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.