Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Partai Fasis Indonesia Tak Berumur Panjang karena Gagasannya Ditolak Kaum Pergerakan

Solichan Arif , Jurnalis-Sabtu, 19 Februari 2022 |13:50 WIB
Kisah Partai Fasis Indonesia Tak Berumur Panjang karena Gagasannya Ditolak Kaum Pergerakan
Sejarah pembentukan Partai Fasis Indonesia (Foto: istimewa)
A
A
A

Nasionalisme Jawa kembali muncul dengan muka baru, tapi gagasan lama. “Pergerakan yang semacam fasisme Italia itu,” tulisnya.

Soetatmo Soerjokoesoemo, pendiri Komite Nasionalisme Jawa lahir 1888 dan berasal dari keluarga Paku Alam di Yogyakarta. Seluruh anggota eksekutif Komite Nasionalisme Jawa adalah generasi muda Budi Utomo (BU).

Soetatmo Soerjokoesoemo juga merupakan anggota Indische Partij (IP) dan anggota Komite Bumiputra pada 1913. Ia juga pimpinan Adhi Darma, keluarga Pakualaman yang didirikan Soerjopranoto, kakak kandung Ki Hajar Dewantara.

Soetatmo yang wafat pada tahun 1924 juga tercatat sebagai pengurus pusat Budi Utomo. Pada tahun 1918, Soetatmo yang penganjur “nasionalisme Jawa” pernah bersilang pendapat keras dengan Dr Tjipto Mangoenkoesoemo yang penganjur “nasionalisme Hindia”.

Baca juga: Cerita Allan Pope, Intel CIA yang Dibebaskan Setelah Istri Cantiknya Bertemu Bung Karno

Begitu juga dengan Notonindito dan PFI-nya, langsung mendapat serangan keras dari kaum pergerakan melalui media massa. Surat kabar Pemandangan salah satu yang menyerang keras.

Begitu juga dengan koran Adil. Notonindito dan PFI dituding telah merendahkan kesadaran rakyat Hindia Belanda yang tengah memperjuangkan hak-haknya.

Baca juga: Ketika Bung Karno Paksa Hoegeng Ganti Nama: Kurang Ajar Kamu!

“...telah direndahkan untuk menyerahkan nasibnya kepada segolongan kecil kaum bangsawan dan intelektual”.

Surat kabar Menjala, organ PNI bersuara tidak kalah lantang dalam mencela Notonindito dan PFI. Aktivis PNI mengatakan rakyat Indonesia bergerak bukan karena aroma asap kemenyan atau karena bunyi gamelan ketoprak.

“...tapi karena sama merahnya atau sama hijaunya darah kebangsaan”.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement