Dokumen yang diserahkan oleh tim hukumnya menyatakan bahwa dia sulit tidur karena rasa sakit yang berkelanjutan dan kehidupan pribadinya dengan pasangannya telah terpengaruh.
Warburton juga tampaknya mengatakan dia tidak bisa mengemudi atau duduk tanpa rasa sakit, yang membuatnya terbatas dalam kegiatan rumah tangga dan tidak dapat melamar sejumlah pekerjaan.
Menurut The Telegraph, gugatan itu mengklaim bahwa Kementerian Pertahanan lalai karena gagal mengeluarkan peralatan pelindung pribadi yang sesuai dan cukup aman serta menyediakan sistem dan tempat kerja yang aman. Itu juga mencatat bahwa Warburton tidak diperlihatkan cara menyesuaikan baju besi.
Seorang juru bicara Kementerian Pertahanan yang tidak disebutkan namanya menolak untuk mengomentari kasus ini, tetapi mengatakan kepada surat kabar The Telegraph bahwa kesehatan dan keselamatan personel adalah prioritas utama pada pelatihan dan operasi.
Surat kabar itu juga mengutip sumber-sumber pemerintah yang mengatakan kompensasi telah dibayarkan untuk klaim terkait tanggung jawab hukum Kementerian Pertahanan yang telah terbukti.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.