Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Raja Mataram Kuno Hukum Mati Tim Suksesnya karena Terlibat Pemberontakan

Avirista Midaada , Jurnalis-Selasa, 22 Februari 2022 |08:00 WIB
Raja Mataram Kuno Hukum Mati Tim Suksesnya karena Terlibat Pemberontakan
Peninggalan Kerajaan Mataram. (Wikimedia)
A
A
A

Pasca penghukuman mati Sang Bupati Surabaya Adipati Jangrana ini digantikan adiknya bernama Jayapuspita sebagai Bupati Surabaya. Pada 1714, Jayapuspita menolak menghadap Kartasura dan mempersiapkan pemberontakan.

Pada 1717, gabungan pasukan Kartasura dan VOC bergerak menyerbu Surabaya. Peristiwa peperangan ini konon terjadi lebih mengerikan daripada perang di Pasuruan terdahulu, semasa Untung Surapati. Jayapuspita akhirnya kalah dalam peperangan ini, ia terpaksa menyingkir ke Japan, sekarang Mojokerto pada 1718.

Sunan Pakubuwana I ini meninggal dunia pada 1719. Sepeninggalnya, tahta raja Mataram di istana Kartasura beralih ke putranya yang bergelar Amangkurat IV. Pemerintahan Amangkurat IV ini kemudian dihadapkan pada pemberontakan oleh saudara-saudaranya sesama putra Pakubuwana I. Mereka yang memberontak mulai Pangeran Blitar, Pangeran Purbaya, dan Pangeran Diponegoro Madiun.

(Erha Aprili Ramadhoni)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement