INGGRIS - Istana Buckingham mengatakan Ratu Elizabeth II telah membatalkan janji temu virtual yang direncanakan pada Selasa (22/1). Sang Ratu, 95, dikabarkan masih mengalami gejala seperti pilek ringan setelah dites positif untuk Covid-19 selama akhir pekan.
Istana menjelaskan Ratu tetap akan melakukan tugas ringan, termasuk membaca dan menjawab korespondensi. Nantinya masih harus dilihat apakah dia akan melanjutkan tugas normalnya akhir pekan ini.
Ratu adalah salah satu dari beberapa bangsawan Eropa yang dites positif Covid-19 baru-baru ini. Putra dan pewaris tertuanya, Pangeran Charles, tertular virus untuk kedua kalinya awal bulan ini, tak lama setelah dirinya mengunjungi ibunya. Istrinya, Camilla, dinyatakan positif beberapa hari kemudian.
Baca juga: Ratu Elizabeth Terinfeksi Covid-19, Keluarga Kerajaan Cemas
Seorang sumber kerajaan kepada CNN, pada Minggu (20/2) mengatakan sejumlah kasusCovid-19 juga telah didiagnosis di antara karyawan kediaman ratu Windsor Castle.
Ratu diketahui telah menerima setidaknya satu dosis vaksin, meskipun Istana menolak untuk mengeluarkan rincian suntikan berikutnya. Namun, media Inggris melaporkan bahwa dia telah divaksinasi penuh dan telah menerima suntikan booster.
Baca juga: Ratu Elizabeth Positif Covid-19
Hanya beberapa hari sebelum positif Covid-19, Ratu mengumumkan dia ingin menantu perempuan Camilla disebut sebagai "Permaisuri Ratu" ketika Charles naik takhta. Pengumuman itu tidak terduga karena sebelumnya tidak jelas gelar apa yang akan diambil Camilla setelah suaminya naik ke posisi kerajaan teratas.
Ratu Elizabeth II adalah satu-satunya raja Inggris yang memegang takhta selama 70 tahun. Dia membuat pengumuman tentang Camilla hanya sehari sebelum merayakan Platinum Jubilee-nya awal bulan ini.
(Susi Susanti)