Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Mekkah Diserang Wabah Setelah Sultan Agung Dilarang Dirikan Makam

Solichan Arif , Jurnalis-Jum'at, 25 Februari 2022 |13:20 WIB
Kisah Mekkah Diserang Wabah Setelah Sultan Agung Dilarang Dirikan Makam
Sultan Agung. (Wikipedia)
A
A
A

BLITAR - Sultan Agung Hanyokrokusumo (1593-1645) berhasil mengantarkan Kerajaan Mataram Islam menuju puncak kejayaan. Sultan Agung yang memiliki nama kecil Raden Mas Rangsang ini terkenal cerdas dan pemberani.

Ia pernah 2 kali menyerang Batavia. Meski gagal, serangan pasukan Mataram sempat membuat kalang kabut VOC Belanda.

Sultan Agung juga dikenal sebagai raja yang sakti. Dalam Babad Nitik Sarta Cabolek, Sultan Agung memiliki kebiasaan salat Jumat di Mekkah. Atas “karomah” yang dimiliki, Raja Jawa itu setiap Jumat selalu menunaikan ibadah di Tanah Suci.

“Sultan Agung salat di Masjid Mekkah setiap hari Jumat,” demikian yang tertulis di Babad Nitik Sarta Cabolek seperti diringkas de Grave (2001. 176-177).

Suatu hari, usai salat Jumat di Mekkah, Sultan Agung dikisahkan menemui Iman Supingi, seorang ulama besar sekaligus pemegang otoritas Mekkah. Iman Supingi yang dimaksud adalah Imam Syafi’i, salah satu imam dari empat madzab.

Pelafalan Imam Syafi’i dengan Iman Supingi menyesuaikan dengan lidah orang Jawa. Di depan Iman Supingi, Sultan Agung meminta untuk mendirikan sebuah pesarean (makam) di Mekkah.

Sultan Agung berharap ketika tutup usia nanti, ia bisa bermakam di Mekkah yang lokasinya berdekatan dengan makam para nabi. Namun, permintaan yang disampaikan baik-baik itu ditolak.

Dalam cerita legenda yang disampaikan Babad Nitik Sarta Cabolek, Iman Supingi beralasan Sultan Agung tidak layak bermakam di dekat makam nabi karena terlahir dari pertemuan seorang manusia dengan satu jin atau dewa, sehingga dapat meresahkan para nabi.

Sultan Agung tidak bisa menerima alasan yang diutarakan Iman Supingi. Raja Jawa itu seketika tersinggung. “Sultan Agung murka,” demikian yang tertulis dalam buku “Naik Haji di Masa Silam, Tahun 1482-1890”.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement