Setelah korban bersedia, Jafaar membawa mereka ke tempat operasi dengan mata tertutup. Di sana, sudah ada dokter yang biasa melakukan operasi di rumah kontrakan yang diubah menjadi klinik sementara.
Setelah operasi selesai dilakukan, Jafaar akan membawa mereka pulang dan mengawasi para “pendonor” sampai jahitannya lepas. Setelah itu, mereka akan dibiarkan begitu saja.
Entah meninggal atau apa pun. Abu Jafaar mengatakan bahwa bisnis penjualan organ memang sedang booming. Dan ia dengan bangga menyatakan bahwa meskipun melanggar hukum, yang dilakukannya adalah demi kebaikan.
• Kasus Penjualan Organ di Israel
Disadur dari Times of Israel, pada 2019 lalu polisi Kazakhstan berhasil menahan seorang dokter yang mengambil ginjal dari orang-orang miskin dan memperjualbelikannya untuk klien-klien yang kaya, berdasarkan pernyataan dari Kementerian Dalam Negeri. Korban transplantasi ginjal ilegal tersebut merupakan orang-orang yang berasal dari Ukraina, Kirgistan, dan Tajikstan.
Salah satu negara yang menerima hasil penjualan organ tersebut adalah Israel. Dokter yang bernama Adilay Donbay itu kemudian ditahan atas tuduhan menjadi bagian dari komplotan jual beli organ manusia secara ilegal. Sebanyak 592 transplantasi ilegal telah dilakukan di Israel. Menurut National Transplant Center (NTC) angkanya lebih tinggi dibanding tahun 2017.