Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sarwo Edhie Prabowo Bersedih atas Gugurnya Jenderal Ahmad Yani, Selalu Taruh Bunga di Samping Fotonya!

Aulia Oktavia Rengganis , Jurnalis-Senin, 28 Februari 2022 |09:01 WIB
Sarwo Edhie Prabowo Bersedih atas Gugurnya Jenderal Ahmad Yani, Selalu Taruh Bunga di Samping Fotonya!
Jenderal TNI Sarwo Edhie Wibowo dan Jenderal TNI Ahmad Yani. (Foto: ist)
A
A
A

JAKARTA - Berdasarkan petunjuk Sukitman anggota Kepolisian Sektor Kebayoran Baru, ia sebagai salah satu korban penculikan, membeberkan lokasi markas PKI di Lubang Buaya kepada Kolonel Sarwo Edhie Wibowo.

Dari petunjuk tersebut, Sintong Panjaitan dan anak buahnya menemukan tanah gembur yang mencurigakan di Lubang Buaya. Setelah digali, ternyata tempat itu sumur tua.

BACA JUGA: Perseteruan Terpendam Sarwo Edhie Prabowo dengan Soeharto, Begini Awal Mulanya! 

Namun, menurut Maulwi Saelan dalam biografinya, lokasi sumur Lubang Buaya ditemukan bersama-sama antar pasukan RPKAD dan Cakrabirawa. Kata dia, pada Jumat sore ada seorang agen polisi dalam kondisi bingung ditemukan patroli Cakrabirawa di depan Kantor Penas, daerah Cipinang. Setelah diperiksa, polisi tadi, yakni Sukitman, diserahkan ke Kodam Jaya, lalu diteruskan ke Kostrad. 

Berdasarkan informasi Sukitman ini, Resimen Cakrabirawa melapor ke Presiden. Bung Karno lalu menyuruh mencari jenderal-jenderal yang diculik. Dalam usaha tersebut, mereka bertemu dengan pasukan RPKAD, lalu bersama sama menemukan sumur tempat pembuangan jenazah.

Namun informasi ini dibantah Sintong. Ia mengaku, dari awal hanya ia dan pasukannya yang mencari dan berhasil menemukan sumur yang berlokasi di Lubang Buaya tersebut.

"Dari awal, hanya pasukan kami yang mencari dan menemukannya," ucapnya seperti dikutip dari buku Buku “Sarwo Edhie dan Misteri 1965”.

Setelah memberi instruksi penundaan terhadap pengangkatan jenazah para Jenderal dari sumur, Sarwo mendapat gambaran apa yang menimpa Jenderal Yani. Dia begitu murung. Hari itu ia pulang larut malam.

Ani, putri Sarwo melihat pemandangan yang menyentuh hatinya. Di depan foto Ahmad Yani, ayahnya berkaca-kaca. Makin lama ia memandangi foto, matanya makin basah. Setangkai bunga diletakkan di samping gambar tadi. Ani mengatakan ayahnya selalu menaruh bunga di samping foto Ahmad Yani.

"Esoknya, ia melakukan hal yang sama," kata Ani.

Dikutip dari buku Sarwo Edhie dan Misteri 1965, menurut Rais Abin, sahabat Sarwo sejak mengikuti pendidikan militer di Australian Army Staff College, hubungan antara Ahmad Yani dan Sarwo Edhie seperti kakak adik. "Hubungan itulah yang mendorong Sarwo bergerak," ujarnya.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement