Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jokowi Minta Hati-Hati Bicara di Grup WA, Jenderal Dudung: Loyalitas Kita Tegak Lurus

Muhammad Refi Sandi , Jurnalis-Rabu, 02 Maret 2022 |11:51 WIB
Jokowi Minta Hati-Hati Bicara di Grup WA, Jenderal Dudung: Loyalitas Kita Tegak Lurus
Kasad Jenderal Dudung Abdurachman (Foto: M Refi Sandi)
A
A
A

JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dudung Abdurachman mengatakan loyalitas TNI AD tegak lurus kepada Panglima tertinggi yaitu Presiden. Dudung menyatakan itu menyusul pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait keluarga TNI-Polri harus menjaga sikap saat melakukan percakapan di grup WhatsApp.

"Kalau kita loyalitas tegak lurus kepada Presiden atau Panglima tertinggi kita," kata Dudung kepada awak media sebelum Rapim TNI AD di Mabesad, Jakarta Pusat, Rabu (2/3/2022).

Baca Juga:  Breaking News! Kasus Jenderal Dudung Sebut Tuhan Bukan Orang Arab Dihentikan

Dudung juga akan menekankan ke seluruh komandan satuan agar tetap mendukung program pemerintah jangan ada komentar yang aneh-aneh.

"Masalah disiplin militer itu di WA Grup yang tadi saya sampaikan nanti akan saya tekankan kepada seluruh komandan satuan disini ya dukunglah pemerintah jangan ada yang ngomong aneh aneh," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Jokowi menegaskan perlunya kehati-hatian agar keluarga TNI dan Polri tidak salah dalam memanggil penceramah. Selain itu juga, keluarga TNI dan Polri harus menjaga sikap saat melakukan chatting di grup WhatsApp.

"Makro mikro harus kita urus juga, Tahu-tahu undang penceramah radikal, nah hati-hati. Juga hal kecil-kecil tapi harus mulai didisiplinkan, di WA grup. Saya lihat di WA grup, kalau di kalangan sendiri boleh, hati-hati. Kalau dibolehkan dan kalau diterus-teruskan hati-hati," ucap Jokowi.

Selain itu, Jokowi mengingatkan TNI dan Polri beserta keluarganya untuk tidak lagi memperdebatkan masalah Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Hal tersebut sudah menjadi keputusan final.

"Misalnya, bicara mengenai IKN, enggak setuju IKN apa. Itu sudah diputuskan pemerintah dan disetujui DPR, kalau di dalam disiplin TNI Polri sudah tidak bisa diperdebatkan, apalagi di Wa grup dibaca gampang. Hati-hati dengan ini dimulai dari yang kecil nanti membesar dan kita ke kedisiplinan TNI dan Polri karena disiplin Tentara dan Polri berbeda dengan sipil dan dibatasi oleh aturan pimpinan," imbuhnya.

Baca Juga:  Heboh Meme Jenderal Dudung Copot Komandan Pelit dan Sengsarakan Prajurit

Jokowi, hal ini perlu diingatkan karena di seluruh dunia, tentara punya aturan sendiri. Kitab undang-undang disiplin tentara. "Yang intinya, kalau kita lihat, adalah kesetiaan tegak lurus. Saya baca ini apa sih intinya? Kesetiaan tegak lurus," pungkasnya.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement