Share

2 Remaja Dibacok Gegara Adu Pandang di Jalanan

Erfan Erlin, iNews · Kamis 03 Maret 2022 17:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 03 340 2555873 2-remaja-dibacok-gegara-adu-pandang-di-jalanan-P790tr6DJl.jpg Pelaku pembacokan ditangkap polisi (Foto : iNews)

SLEMAN - Gegara saling bertemu pandang, dua remaja warga Kabupaten Sleman menjadi korban pembacokan rombongan remaja bersepeda motor. Kedua korban harus dilarikan ke rumah sakit usai mengalami sejumlah luka bacok di tubuh mereka.

Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Ronny Prasadana mengungkap, aksi penganiayaan tersebut bermula ketika korban sedang berkumpul di rumah rekannya di wilayah Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman. Karena sudah terlalu malam, korban lapar dan hendak makan.

"Korban anak ini lantas membeli makan mengendarai sepeda motor," tutur dia, Kamis (3/3/2022).

Saat sampai di jembatan Berjo, korban berpapasan dengan serombongan remaja yang saling berboncengan menggunakan beberapa sepeda motor. Korban lantas saling bertatapan dengan rombongan remaja bermotor tersebut.

Mendapat tatapan dari korban, rombongan remaja tersebut tersulut emosi. Rombongan remaja ini kemudian putar balik dan mengejar korban. Saat dikejar, korban bertemu dengan RDK (18) dan menceritakan yang ia alami.

Bukannya menolong, RDK justru juga ketakutan dan turut serta lari. Karena ketakutan dikejar sekelompok orang, salah satu di antara mereka kemudian sempat menghubungi temannya yang lain, RA (18) untuk menjemput mereka.

"Rombongan tersangka terus mengejar korban sambil berteriak dan menggesekkan senjata tajam ke aspal jalan sehingga menimbulkan bunyi," ujar dia.

Hal ini membuat kedua korban semakin ketakutan dan terus memacu sepeda motornya dengan kecepatan tinggi. Namun kedua korban berhasil terkejar di Padukuhan Bletuk, Sidorejo, Kapanewon Godean.

Rombongan pelaku berinisial AAR (19) dan LP (21), serta dua pelaku anak lainnya langsung melakukan penganiayaan. Rombongan pelaku sempat menyabetkan celurit ke arah korban secara membabibuta.

"Sabetan celurit tersebut mengenai punggung RDK dan perut korban anak," ungkapnya.

Karena mendapat sabetan senjata tajam, kedua korban terus berlari. Mereka berusaha menyelamatkan diri dari kejaran rombongan pelaku. Selang beberapa saat kemudian, kedua korban berhasil kabur meski pelaku terus melakukan pengejaran.

"Akibat kejadian itu, korban RDK mengalami luka di punggung dan dijahit lima jahitan. Sedangkan korban anak mengalami luka di perut dan dijahit empat jahitan," kata Ronny.

Sementara rekan kedua korban yang berhasil dihubungi, RA ternyata lantas berusaha mencari keduanya sembari menenteng celurit. Namun RA tak berhasil menemukan keberadaan korban maupun rombongan tersangka.

Orangtua kedua korban lantas melaporkan peristiwa tersebut ke polisi. Petugas kepolisian kemudian bergerak mengusut kejadian tersebut. Penyidik Polres Sleman bersama unit Reskrim Polsek Godean menangkap rombongan pelaku di Godean.

"Kita lakukan penyelidikan dan mendapat identitas para tersangka. Kedua tersangka warga Godean," sebutnya.

Pelaku AAR dan satu pelaku anak lainnya, disangka pasal 170 KUH pidana dan pasal 80 juncto pasal 76 D UURI nomor 17/2016 dengan ancaman hukuman minimal lima tahun dan maksimal 15 tahun penjara.

Begitu pula dengan tersangka LP dan satu pelaku anak, disangka melanggar UU darurat nomor 12/1951 tentang senjata tajam dengan ancaman hukuman penjara 10 tahun.

Kanit Reskrim Polsek Godean AKP Bowo Susilo mengatakan, selain menangkap pelaku, polisi juga menangkap RA. RA merupakan rekan korban, yang sempat dihubungi kala korban dikejar para pelaku. RA ditetapkan sebagai tersangka karena ketika dikabari teman-temannya, ia keluar rumah dengan membawa celurit.

"RA disangkakan dengan pasal 2 ayat (1) Undang-undang Darurat. Walaupun di jalan tidak bertemu teman-temannya maupun rombongan pelaku, tapi dia menenteng celurit," ujar Bowo.

Pihak kepolisian hingga kini masih mendalami, untuk mengungkap dugaan ada tidaknya keterkaitan antara kedua kelompok tersebut dengan geng tertentu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini