Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Trembesi, Hikayat Abadi Djarum dan Doni

Tim Okezone , Jurnalis-Minggu, 06 Maret 2022 |08:53 WIB
Trembesi, Hikayat Abadi Djarum dan Doni
Murodo Wali dari PT Djarum sebagai LO dari kunjungan PPAD di Semarang Kudus (Foto: istimewa)
A
A
A

Sejumlah komoditi rempah pernah disuling, antara lain pala, merica hitam, dan beberapa jenis rempah lain dari wilayah Sumatera. “Selain Djarum, saya juga tahu ada sejumlah pemain rempah yang lain, baik di Semarang maupun di tempat lain. Ada dua atau tuga, dan secara nasional pemain rempah di Indonesia memang tidak banyak,” katanya.

Karena itu, Victor kembali menggugat asosiasi rempah yang tampak lemah. Padahal, kalau para pengolah rempah di Semarang, Jakarta, Lampung dan daerah lain kompak, Indonesia bisa lebih maju. “Saya kadang bertanya, ini yang mimpin organisasi rempah-rempah Indonesia siapa sih?” kata Victor serius.

Prinsipnya, tambah Victor, Djarum akan terus memberi bantuan. Termasuk ide besar di bidang rempah, meski Victor mengakui, ia kurang jago. “Tapi saya tahu masalahnya adalah konsistensi kualitas. Kalau ada yang bisa menjaga konsistensi kualitas, saya kira rempah bisa naik lagi,” katanya.

Kepada Doni Monardo, Victor minta waktu untuk mempelajari lebih dalam. Termasuk potensi sagu. “Daripada janji surga, lebih baik saya pelajari dulu. Yang pasti, saya setuju bahwa rempah punya potensi luar biasa. Soal sagu, ini pun akan menjadi bahan pelajaran bagi saya. Sebab saya belum pernah masuk ranah ini. Setahu saya, sagu sulit tumbuh di tempat lain. Problemnya adalah potensi besar tapi penggunanya kecil,” papar Victor.

Langkah yang akan ditempuh Victor antara lain menjajagi bentuk kontribusi yang bisa diberikan Djarum. Jika perlu, Djarum akan mengajak serta Doni Monardo, dalam hal ini PPAD untuk melakukan riset bersama. “Kita undang pakar sagu, pakar atsiri, kita sama-sama mencari formula, termasuk yang jago di bidang pemasaran. Intinya, saya bersedia bantu pak Doni,” ujar Victor.

Yang ada di benak Victor, terkait sagu harus dikembangkan inovasi produk yang lebih mudah terserap pasar, seperti menjadikan roti, mie instan, dan lain-lain. “Saya jadi ingat strategi dan filosofi bisnis Rockefeller. Mungkin itu bisa kita tiru,” tutur Victor.

John Davison Rockefeller (8 Juli 1839 – 23 Mei 1937) adalah seorang pebisnis Amerika Serikat. Ia memiliki perusahaan minyak yang bernama Standard Oil, yang menjual minyak di Amerika Serikat pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Ia merupakan miliarder pertama dalam sejarah dunia dan dianggap sebagai orang terkaya dalam sejarah Amerika, dan mungkin orang terkaya dalam sejarah dunia.

Rockefeller sebagai pengusaha minyak, berkepentingan untuk meningkatkan daya serap pasar. Untuk itu, ia membiayai riset mobil, lalu riset pembuatan generator listrik yang menggunakan minyak, dan lain-lain. Yang terjadi kemudian, semua hasil risetnya selain memberi kontribusi bagi perkembangan peradaban manusia, juga meningkatkan pasar minyak.

Permintaan minyak meroket. Bisnisnya meledak, dan ia menjadi orang terkaya. “Nah, logikanya sama dengan sagu dan rempah. Harusnya kita mengadakan riset bikin produk sampai jadi sehingga permintaan pasar meningkat. Jika itu berhasil, maka dijamin industri sagu dan rempah pun akan sukses besar,” ujar Victor optimistis.

Sebelum mengakhiri tanggapannya, Victor menyinggung sedikit soal kopi. “Kopi kita sudah masuk, pak Doni. Silakan dicoba kopi produk Djarum, pak….,” katanya sambil tertawa.

Benar kata Victor. Bisnis kopi dalam negeri semakin ramai dengan munculnya pemain baru. Salah satunya yakni Kopi Gadjah, besutan PT Sumber Kopi Prima yang terafiliasi dengan Grup Djarum. Perusahaan kopi grup Djaru mini memiliki pabrik di Kudus (Jawa Tengah) dan Mojokerto (Jawa Timur). Sebelum Kopi Gajah, Sumber Kopi Prima sudah lebih dulu merilis produk kopi instan 3-in-1 merek Caffino.

(Fakhrizal Fakhri )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement