5. Drumer atau penabuh genderang umumkan sahur
Sejak zaman Kesultanan Utsmaniyah, orang-orang yang berpuasa di bulan Ramadhan dibangunkan oleh suara ketukan genderang di pagi hari untuk sahur. Meskipun berlalunya waktu (dan terlepas dari penemuan jam alarm), lebih dari 2.000 penabuh masih berkeliaran di jalan-jalan Turki, menyatukan komunitas lokal selama bulan suci.
Penabuh genderang mengenakan kostum tradisional Ottoman, termasuk fez dan rompi yang keduanya dihiasi dengan motif tradisional. Saat mereka berkeliling dengan davul (gendang berkepala dua Turki), para penabuh genderang Ramadhan mengandalkan kemurahan hati penduduk untuk memberi mereka tip (bahşiş) atau bahkan mengundang mereka untuk berbagi makanan sahur mereka. Bahşiş ini biasanya dikumpulkan dua kali di bulan suci, dengan banyak pemberi percaya bahwa mereka akan menerima keberuntungan sebagai imbalan atas kebaikan mereka.
Baru-baru ini, pejabat Turki telah memperkenalkan kartu keanggotaan untuk penabuh drum untuk menanamkan rasa bangga pada mereka yang bermain, dan untuk mendorong generasi muda untuk menjaga tradisi kuno ini tetap hidup di negara yang cepat berubah.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.