"Kami berharap pertemuan ini menjadi ajang musyawarah konstruktif, sehingga pada akhirnya nanti Deklarasi Nusa Dua menjadi produk utama Majelis IPU ke-144, sebagai cerminan upaya mobilisasi aksi parlemen untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim," katanya.
Melalui IPU ke-144, tambahnya, DPR RI akan menunjukkan bahwa parlemen berada di garda terdepan dalam memerangi pemanasan global. "DPR RI akan mengambil peran kepemimpinan memobilisasi aksi parlemen di dunia," ujarnya.
Sidang IPU ke-144 di Bali diselenggarakan pada 20-24 Maret 2022, dengan dihadiri perwakilan parlemen dari 132 negara, termasuk 33 ketua parlemen dan 35 wakil ketua parlemen akan datang langsung. IPU ke-144 mengambil tema Getting to Zero: Mobilizing Parliament to Act on Climate Change.
Jelang pelaksanaan IPU ke-144, digelar rapat Excom IPU yaitu badan di IPU yang membahas berbagai implementasi keputusan Majelis IPU. Excom juga ditujukan untuk membahas rangkaian pertemuan Majelis IPU ke-144 dan isu-isu yang akan dibahas pada pertemuan tersebut.
Selain 12 orang anggota Excom IPU dari berbagai negara, hadir juga presiden IPU dan sekjen IPU.
(Angkasa Yudhistira)