KEPEDULIAN sang Jenderal Kopassus, Benny Moerdani terhadap masa depan bangsa dan pendidikan di Indonesia, menjadi salah satu cikal bakal berdirinya Sekolah Menengah Atas Taruna Nusantara yang terletak di Magelang, Jawa Tengah.
Sembilan tahun Benny menjalani dinas di luar negeri. Selama itu pula, dirinya mengamati sekolah menengah atas di sana, dan membandingkan dengan kondisi pendidikan dan sekolah di Indonesia, seperti dilansir dari buku "Benny Moerdani yang Belum Terungkap".
BACA JUGA:Benny Moerdani Diam-Diam Sering Kunjungi SMA Taruna Nusantara, Lalu Menyelinap Pergi
Sekolah yang mulai beroperasi pada tahun 1990 tersebut, akhirnya dibangun atas bentuk kekhawatiran terhadap nasib dunia pendidikan di Indonesia, 25 hingga 30 tahun mendatang. Beda dari yang lain, SMA Taruna Nusantara yang didirikan ini tidak seperti sekolah lain pada umumnya.
Sekolah ini merupakan sekolah kebangsaan. Sesuai dengan pernyataan Benny, ia menyatakan ingin membangun lembaga pendidikan yang juga bisa memberikan nilai perjuangan dan kebangsaan bagi anak muda. Pada akhirnya Benny dan para koleganya sepakat untuk membangun sebuah sekolah menengah atas (SMA).
BACA JUGA:Curhat Benny Moerdani, Tentara Terbaiknya Tidak Diberi Tempat dan Disingkirkan
“Sekolah berlatar Katolik dan Islam sudah banyak. Saya mau sekolah kebangsaan,” ujar Benny.
Dalam proses pembangunan Sekolah Menengah Atas Taruna Nusantara, Benny melibatkan dan mempercayai Taman Siswa untuk membantunya. Taman Siswa merupakan lembaga pendidikan yang dirintis oleh Ki Hadjar Dewantara, yang dijuluki sebagai Bapak Pendidikan di Indonesia.
Ki Hadjar Dewantara sendiri mendirikan Taman Siswa sebagai lembaga pendidikan yang memberikan kesempatan bagi para pribumi jelata untuk dapat memperoleh hak pendidikan seperti halnya para priyayi maupun orang-orang Belanda. Ia sangat perhatian pada pendidikan bangsa Indonesia, dan berusaha sangat keras untuk memajukannya.
Karena jasa-jasanya dalam bidang pendidikan di Indonesia itu pula, yang membuat Ki Hadjar Dewantara dijuluki sebagai Bapak Pendidikan di Indonesia.
Hal tersebut juga yang membuat Benny Moerdani mempercayai jika Taman Siswa nantinya dapat membantu dalam pembangunan sekolah tersebut. Karena pengaruh Ki Hadjar Dewantara sebagai pakar pendidikan dan seorang nasionalis dalam sistem pendidikan di Indonesia.
Lalu dibuatlah kesepakatan kerja sama antara ABRI dan Taman Siswa. Isi kesepakatan tersebut antara lain, Taman Siswa membentuk Yayasan Kebangkitan Nasional, sedangkan ABRI mendirikan Yayasan Kejuangan Panglima Besar Sudirman. Kemudian kedua yayasan tersebut membentuk Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara.
Akhirnya Sekolah Menengah Atas Taruna Nusantara berhasil didirikan di atas lahan seluas 23,5 hektare. Dengan fasilitas yang cukup lengkap, seperti gedung-gedung bertingkat, poliklinik, stadion, kolam renang, menara panjat tebing, dan lapangan basket.
(Awaludin)