NEW YORK - Sebuah studi baru mengungkapkan sebuah Kecerdasan Buatan (AI) yang mengembangkan obat hanya membutuhkan enam jam untuk menghasilkan 40.000 senjata kimia yang berpotensi mematikan.
Penulis makalah, yang diterbitkan di Nature Machine Intelligence awal bulan ini, mengatakan bahwa mereka telah melakukan 'eksperimen pemikiran' untuk mencari tahu apakah kecerdasan buatan (AI) dapat disalahgunakan oleh ‘aktor jahat’. Dan hasil kerja mereka telah membuktikan bahwa bahaya itu nyata.
Sebagai bagian dari penelitian, data biasa diberikan kepada AI, tetapi diprogram untuk memprosesnya dengan cara yang berbeda untuk mencari kombinasi yang mematikan.
Baca juga: Ilmuwan Nuklir Tewas Dibunuh Gunakan Senapan Mesin Pembunuhan AI
“Dalam waktu kurang dari enam jam setelah memulai di server internal kami, model kami menghasilkan 40.000 molekul yang mencetak dalam ambang batas yang kami inginkan,” tulis makalah itu.
“Itu muncul tidak hanya dengan senyawa VX, yang merupakan salah satu agen saraf paling berbahaya yang pernah dibuat, tetapi juga dengan beberapa molekul yang tidak diketahui dan diprediksi lebih beracun,” lanjutnya.
Baca juga: Heboh Robot AI Siap Gantikan PNS, Simak 4 Faktanya!
“Ini tidak terduga karena kumpulan data yang kami gunakan untuk melatih AI tidak termasuk agen saraf ini,” ungkapnya.
Penulis utama studi tersebut Fabio Urbina mengatakan temuan itu sangat mengkhawatirkan sehingga tim ragu mempublikasikannya.
“Dataset yang mereka gunakan pada AI dapat diunduh secara gratis dan mereka khawatir bahwa yang diperlukan hanyalah pengetahuan pengkodean untuk mengubah AI yang baik menjadi mesin pembuat senjata kimia,” ujarnya kepada The Verge.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.