CIREBON - Keraton Kesultanan Kasepuhan Cirebon mengadakan tradisi pukul bedug atau biasa disebut tradisi drugdag, waktunya setelah Sholat Ashar sehari sebelum datang 1 Ramadan. Tradisi ini dilakukan menyambut datangnya bulan suci Ramadan.
"Insya Allah besok Hari Minggu memasuki bulan suci Ramadan, yakni tanggal 1 Ramadan," ujar Patih Sepuh Keraton Kasepuhan Cirebon, PR Goemelar Soeriadiningrat di Langgar Agung Keraton Kasepuhan, Sabtu (2/4/2022).
Baca Juga: Dua Tahun Puasa di Tengah Pandemi, Wapres: Jadikan Momentum Kuatkan Solidaritas Kemanusiaan
Dikatakan Patih Goemelar, Keraton Kasultanan Kasepuhan Cirebon menyambut datangnya Bulan Ramadan yang penuh ampunan dan berkah.
"Kami menyambutnya dengan mengadakan tradisi drugdag," katanya.
Menurutnya, tradisi ini intinya menyambut datangnya bulan Ramadan. "Dari zaman Sunan Gunung Jati, sebagai umat muslim harus menyambut bulan yang penuh berkah di antara bulan yang lainnya," ucap Patih.
"Ketukan bedug ini juga berirama, ada artinya, iramanya irama sholawat atau dzikir," sambungnya.
Ia menjelaskan, penghulu Keraton Kasepuhan yang melakukan memukul bedug, kemudian dilanjut keluarga keraton.
"Untuk tradisi selama bulan Ramadan di Keraton Kasepuhan itu biasanya ada tadarusan (mengaji bersama) pelaksanaannya setelah Sholat Tarawih," terangnya.
Baca Juga: 46 Negara Ini Putuskan 1 Ramadan Jatuh pada 2 April, dari Arab Saudi hingga Australia
Di hari ke-20 Ramadan atau biasa disebut malam likuran, kata Patih, ada acara maleman, pihaknya menyalakan penerangan berupa lilin.
"Di malam ganjil di 10 terakhir, kami menyambut datangnya malam Lailatul Qadar," ungkapnya.
Keraton Kasepuhan sempat dua tahun tidak menggelar tradisi drugdag karena pandemi Covid-19, hari ini Keraton Kasepuhan Cirebon kembali melakukan tradisi menyambut bulan Ramadan. Sebelum Pandemi, tradisi drugdag dilakukan pada tahun 2019 bersama Almarhum Sultan Sepuh XIV PRA. Arief Natadiningrat.
(Arief Setyadi )