Share

Periksa 9 CCTV, Polisi Cari Pelaku Klitih yang Tewaskan Pelajar di Yogya

Erfan Erlin, iNews · Rabu 06 April 2022 04:15 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 06 510 2573938 periksa-9-cctv-polisi-cari-pelaku-klitih-yang-tewaskan-pelajar-di-yogya-XT1F8oKR1N.jpg Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)

YOGYAKARTA - Pelaku penganiayaa terhadap DAA (17), siswa SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta belum juga ditangkap hingga Selasa (5/4/2022). Kendati demikian, polisi telah mengantongi identitas kendaraan yang dipakai para pelaku.

Dirreskrimum Polda DIY, Kombes Pol Ade Ary Syam Indardi mengaku terus melakukan penyelidikan kasus tersebut. Bahkan, untuk mencari identitas pelaku, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap 11 orang saksi.

"Kami juga mempelajari rekaman CCTV yang berada di sekitar lokasi kejadian dan di jalur di mana kemungkinan dilalui korban dan pelaku," tutur dia.

Baca Juga: Pelajar Tewas Korban Klitih, Polda DIY Tingkatkan Frekuensi Patroli Malam selama Ramadan

Ade mengatakan, telah memeriksa 9 CCTV. Saat ini, tengah proses analisis pendalaman mengetahui peristiwa tersebut termasuk identitas pelaku.

Dari keterangan saksi dan rekaman CCTV, polisi menemukan jika pelaku menggunakan dua sepeda motor jenis berbeda yaitu Honda Vario dan Yamaha NMax. Di mana, sepeda motor NMax dikendarai oleh 3 orang pelaku saat melakukan aksinya.

"Kita sudah mengetahui dua kendaraan yang digunakan pelaku," ujar dia.

Soal kemungkinan pelaku dan korban saling mengenal satu sama lain, Ade mengakui sejauh ini memang belum ada saksi yang menyebutnya secara spesifik. Namun, kemungkinan saling kenal bisa saja terjadi dan pihaknya masih mendalaminya.

Sebelumnya, polisi menyebut tewasnya DAA bukan karena penganiayaan membabi buta tanpa arah. Namun, mereka menyebutnya sebagai aksi tawuran. Sebab, sebelumnya ada proses dari dua kelompok yang mengakibatkan salah satunya tersinggung.

"Jadi itu bukan asal serang kepada orang tak dikenal. Tetapi ada pemicunya," terang dia di Mapolresta Kota Yogyakarta.

Baca Juga: Pamuda Disabet Gir di Yogyakarta Sempat Kejar Pelaku karena Tak Terima Digeber

Ternyata, sebelum terjadi aksi penganiayaan telah ada aksi saling memprovokasi antara kelompok korban dengan kelompok pelaku. Kedua kelompok ini telah ketemu di jalan ringroad selatan tanpa sengaja.

Di mana, sebelumnya kelompok korban terdiri dari 5 kendaraan yang digunakan 8 orang sekitar pukul 01.00 dini hari mereka mencoba kecepatan motor di jalan ringroad selatan. Kelompok pelaku memang sengaja mengetes kecepatan sepeda motor mereka karena memiliki knalpot yang cukup besar.

Motor yang dipacu dengan kecepatan tinggi sehingga menimbulkan suara knalpot cukup besar. Dan di jalur lambat ketemu dengan motor yang diduga kelompok pelaku, ada yang dikendarai 5 orang.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini