Share

Malaysia Klaim Reog Ponorogo, Gubernur Jatim Minta Data Pendukung Diperkuat

Lukman Hakim, Koran SI · Jum'at 08 April 2022 15:43 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 08 340 2575642 malaysia-klaim-reog-ponorogo-gubernur-jatim-minta-data-pendukung-diperkuat-eGpAlvtv7p.jpg Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (Foto: MNC Portal)

SURABAYA – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa meminta agar data pendukung terkait kesenian Reog Ponorogo terus diperkuat untuk mengantisipasi agar kesenian tersebut tidak diklaim oleh negara lain.

“Seni tradisi Reog Ponorogo menjadi rebutan tetangga sebelah (Negara Malaysia) sebagai identitasnya. Meski budaya Reog Ponorogo sebenarnya budaya asli Indonesia. Ini menjadi usulan tetangga sebelah ke UNESCO. Kelemahan kita pada pendataan pendukung terhadap Reog Ponorogo. Mari kita perkuat,” kata Khofifah usai acara penyerahan penghargaan kepada perwakilan 60 seniman dan 20 perwakilan juru pelihara cagar budaya di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (8/4/2022).

Dia pun menyampaikan rasa terima kasihnya atas dedikasi dan loyalitas seniman dan juru pelihara cagar budaya.

"Memberi apresiasi ke seniman dan juru pelihara cagar budaya ini bagian dari yang seringkali terlupakan, bahwa cagar budaya kita harus dirawat, dijaga dan dilestarikan, karena banyak kearifan-kearifan yang ada didalamnya," ungkap Khofifah.

Baca juga: Reog Diusulkan Jadi Warisan Budaya UNESCO, Menko PMK: Persyaratan Sudah Dipenuhi

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jatim, Sinarto mengungungkapkan, seniman merupakan salah satu pilar kekuatan kebudayaan. Para seniman ini terus berkarya, meskipun dalam kondisi pandemi Covid-19.

Baca juga: Muhadjir Effendy Sebut Malaysia Ingin Klaim Reog Ponorogo ke UNESCO

"Jawa Timur merupakan kekuatan dari pada kerajaan yang konon dimana Majapahit adalah kerajaan luar biasa. Temuan-temuan banyak bermunculan. Sehingga ada 240 juru pelihara juga mendapatkan apresiasi dari Gubernur Khofifah," imbuh Sinarto.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengajak seluruh masyarakat untuk turut mendukung Reog Ponorogo menjadi Warisan Budaya Tak Benda di United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

Kesenian Reog Ponorogo masuk nominasi tunggal Warisan Budaya Tak Benda (Intangible Cultural Heritagen/ICH) yang akan diusulkan Indonesia ke UNESCO. Sebelumnya, Reog Ponorogo telah tercatat sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia oleh Mendikbud RI pada 2013.

Selain itu Muhadjir juga meminta agar pemerintah Ponorogo secepatnya mengusulkan Reog Ponorogo ke UNESCO dan mempersiapkan data yang diperlukan. “Untuk Reog, negara Malaysia rencananya mau ajukan juga, maka dari itu kita harus lebih dulu. Karena ini kan sudah menjadi budaya dan warisan kita,” jelasnya.

Baca juga: 8 Budaya Indonesia yang Pernah Dicuri Malaysia, Bikin Jiwa Nasionalisme Auto Membara

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini