Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Aktivis 98 Jabar Dukung Aksi Mahasiswa Tolak Presiden 3 Periode

Tim Okezone , Jurnalis-Minggu, 10 April 2022 |15:20 WIB
Aktivis 98 Jabar Dukung Aksi Mahasiswa Tolak Presiden 3 Periode
Aktivis 98 Jabar (Foto Dok. Pribadi)
A
A
A

JAKARTA - Sejumlah aktivis yang tergabung Aktivis 98 Jawa Barat mendukung aksi mahasiswa pada 11 April yang menolak perpanjangan periode presiden menjadi 3 periode.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Okezone, salah satu aktivis Lukman Hernawijaya menyatakan bahwa sejarah telah memberikan pelajaran, tanpa pembatasan, kekuasaan terbukti menjadi korup dan otoriter. Karena itu segala upaya untuk mencoba memperpanjang kekuasaan adalah tindakan berbahaya yang mengkhianati cita-cita reformasi.

"Di saat yang sama kita saksikan rakyat semakin mengalami kesulitan dalam berbagai sendi kehidupan. Harga-harga kebutuhan pokok melambung tinggi, harga bahan bakar naik, rakyat antri minyak goreng di mana-mana," jelasnya.

"Sementara itu, kritik dari mahasiswa dan civil society sebagai bagian dari semangat historis menjaga demokrasi berjalan pada relnya malah ditanggapi sinis dan represif," ungkapnya lagi.

Ia menjelaskan, menimbang krisis politik & ekonomi yang terjadi saat ini, Aktivis 98 Jawa Barat memandang perlu untuk menyatakan sikap menolak penundaan pemilu 2024 dan penambahan periodesasi jabatan presiden menjadi 3 periode.

"Mengimbau Pemerintah dan Partai Politik fokus pada penyelesaian kondisi ekonomi yang carut marut akibat kenaikan harga bahan pokok dan bahan bakar," katanya

"Terakhir, kami mendukung Gerakan Mahasiswa Angkatan 2022 untuk memperhebat perjuangan menegakkan Reformasi di Tanah Air," ungkapnya.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement