"Kasinggihan, Gusti Prabu!" jawab Ki Tumenggung Supa.
Sesuai instruksi Sang Baginda Raja, sejak saat itu Majapahit mengadakan tiga agenda besar, yakni
1. Melakukan perekrutan prajurit baru
2. Mengadakan latihan perang secara intens
3. Lebih mengaktifkan lagi peran telik sandi Majapahit.
Hal itu, tak lain untuk menghadapi serangan Prabu Girindrawardhana yang dikhawatirkan datang sewaktu-waktu.
Jika serangan yang pertama saja dilakukan secara besar-besaran seperti itu, maka tidak menutup kemungkinan bahwa Raja Kediri itu akan melakukan serangan lagi terhadap pemerintahan Prabu Brawijaya V sebagai Raja Majapahit yang sah.
Sumber: Buku Brawijaya Moksa Detik-Detik Akhir Perjalanan Hidup Prabu Majapahit.
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.