Share

Kebablasan! Kreatifitas Geng Sekolah Malah Dipakai untuk Bikin Senjata Tawuran Klitih

Erfan Erlin, iNews · Selasa 12 April 2022 11:49 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 12 510 2577555 kebablasan-kreatifitas-geng-sekolah-malah-dipakai-untuk-bikin-senjata-tawuran-i8h6jkgwUK.jpg Kapolsek Bantul AKBP Ayom Yuswandono (Foto : MPI)

YOGYAKARTA - Sebanyak 6 pelajar yang tergabung dalam geng sekolah Brother Hood Community (BHC) berhasil diamankan polisi ketika hendak melakukan perang sarung atau tawuran dengan genk lain, nDarboy

Mereka diamankan dari sebuah rumah di Dusun Bolon Kalurahan Palbapang yang dijadikan sebagai basecamp atau markas, Senin (12/4/2022) dini hari.

Dari tangan 6 bocah tersebut, polisi menyita 4 buah sarung yang ujungnya diikat dan beberapa senjata tajam seperti pedang panjang ukuran 40 cm, golok mirip gobang dan senjata modif. Bentuk senjata tersebut cukup besar sehingga terkesan menyeramkan.

Kapolsek Bantul, AKBP Ayom Yuswandono mengaku miris dengan kejadian tersebut. Mereka telah membohongi orangtua masing-masing karena pamitnya beda di mana mereka pamit di masjid sekalian tidur di masjid untuk membangunkan sahur warga.

"Itu pamitnya tarawih terus tidur di masjid karena malamnya mau membangunkan orang sahur," kata dia.

Yang lebih miris lagi adalah senjata-senjata tersebut mereka buat sendiri dari barang bekas yang mereka dapatkan. Dua golok berbentuk gobang mereka buat dari bahan besi alas kabin bus, pedang panjang mereka buat dari besi dari bekas teralis jendela serta ada senjata modifikasi berbahan besi bekas tutup drum.

Berdasarkan catatan pihak kepolisian, Genk sekolah BHC memang sering melakukan aksi tawuran di sejumlah tempat. Anggota BHC tersebut berasal dari lintas sekolah baik SMP, SMA ataupun SMK yang ada.

"Kami memohon kepada orangtua untuk melakukan pengawasan lebih ketat lagi,"ujar dia.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Di tempat lain, 5 orang dari genk M berhasil diamankan petugas gabungan Polda DIY, Polres Bantul dan Polresta Kota Yogyakarta. Mereka diamankan usai melakukan kejahatan jalanan yang menewaskan DAA (17) pelajar SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta.

Dari tangan mereka polisi menyita sarung yang ujungnya diikat, pedang sepanjang 40 cm dan juga gear (gir) yang diikatkan pada sabuk beladiri. Dan gir inilah yang menewaskan siswa SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta.

"Gir ini diputar-putar terus menghantam muka korban,"tutur Direskrimum Polda DIY, Kombes Pol Ade Ary Syam Indardi.

Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Yulianto menambahkan hampir semua sekolah di DIY ada genk sekolahnya. Pihaknya sudah mengantongi nama-nama genk sekolah tersebut di mana ada genk satu sekolah dan lintas sekolah.

"Perlu peran semua pihak baik orangtua maupun sekolah untuk melakukan pengawasan,"kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini