Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Gayatri dan Tribhuwana, Putri Raja Singasari yang Mewarisi Kecantikan Ken Dedes

Alyssa Nazira , Jurnalis-Kamis, 14 April 2022 |04:32 WIB
Gayatri dan Tribhuwana, Putri Raja Singasari yang Mewarisi Kecantikan Ken Dedes
Ilustrasi (Foto : Istimewa)
A
A
A

KERTANEGARA yang merupakan raja agung dari Singasari memiliki empat orang putri, yang berarti ada enam orang anggota keluarganya. Gayatri merupakan putri bungsu Kertanagara, begitu lahir, sang putri sudah diberi gelar Dyah Dewi Gayatri Kumara Rajassa. Namun, semasa kecilnya ia memilih dipanggil Gayatri saja, karena baginya gelar tidak berarti apa-apa.

Selain ayah dan ibunda tercintanya, Gayatri mempunyai tiga kakak perempuan. Sayangnya, tak ada saudara atau anak-laki-laki yang hadir untuk meneruskan dinasti. Artinya, gadis-gadis ini harus segera dicarikan calon suami ningrat yang tepat.

Kakak yang paling disukai Gayatri adalah kakak tertuanya, Tribhuwana. la mempunyai bakat yang tidak pernah dimiliki oleh Gayatri yang berwatak serius. Tribhuwana suka melucu, mahir sekali bergurau dan bermain kata. la mengasyikkan sebagai kawan bermain, tapi terlampau sibuk mendampingi suaminya yang tampan, Pangeran Wijaya, yang tidak lain adalah sepupu ketiganya sendiri.

Tribhuwana dan Gayatri sama-sama mewarisi kecantikan buyut jauhnya, yaitu Ratu Ken Dedes yang rupawan. Kemudian kakak keduanya, Mahadewi, baru saja bertunangan dengan Ardaraja yang dungu, yang juga tergolong sepupu jauh.

Ayahnya, sang raja, mengambil risiko dengan mengangkatnya sebagai komandan pasukan kawal Istana. Ardaraja berasal dari kerajaan seteru Singasari, Kediri.

Lalu kakak ketiganya, Jayendradewi, senantiasa uring-uringan, tak sabar menanti kedua orangtuanya menemukan suami yang cocok untuk dirinya.

Di usianya yang ke-15, Gayatri sama sekali tak tertarik pada pinangan maupun suami. Di matanya, kakak-kakaknya manis semua, namun seringkali agak konyol. Mereka tampak sangat sibuk mempercantik diri dan menarik perhatian para pemuda yang berminat melamar. Sedangkan, bagi Gayatri, satu-satunya laki-laki yang ingin dibahagiakan olehnya ialah sang ayah.

Hanya Gayatri lah yang menunjukkan minat terhadap isu isu yang digeluti ayahandanya. Semakin ia tumbuh dewasa, semakin sering pula ia terlibat dalam perbincangan tentang agama dan negara dengan ayahnya.

Dapat dikatakan, mungkin ia lebih menyukai absennya seorang saudara laki-laki kandung, yang mungkin bakal bersaing memperebutkan perhatian sang ayah-yang kini mulai memanggilnya "pangeran kecil" dan semakin memperlakukan dirinya layaknya seorang anak laki-laki.

Di usia itu, yang dipedulikannya sama sekali bukan kecantikan, melainkan belajar dan belajar, dan belajar-sehingga sang ayah akan menanggapinya secara serius. la ingin sekali memahami, sesekali mempertanyakan, hal-hal yang dituturkan ayahandanya kepadanya dalam obrolan-obrolan privat mereka yang rutin itu.

Mencium gelagat sang putri yang haus pengetahuan dan perdebatan, Kertanagara menugasi Yang Dimuliakan Terenavindu, seorang karib dan resi Buddhis yang paling terpelajar, untuk menjadi guru paruh-waktu Gayatri.

(Angkasa Yudhistira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement