Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Prabu Kertanegara Hadapi Kubilai Khan dengan Bersekutu Bersama Kerajaan Champa

Alyssa Nazira , Jurnalis-Minggu, 17 April 2022 |07:00 WIB
Prabu Kertanegara Hadapi Kubilai Khan dengan Bersekutu Bersama Kerajaan Champa
Ilustrasi (Foto: Istimewa)
A
A
A

JAKARTA - Dalam menghadapi Kubilai Khan, Prabu Kertanegara memiliki strategi, seperti bersekutu dengan Kerajaan Champa. Menurut Kertanegara, prioritas mereka saat itu ialah mencari sekutu yang menghadapi ancaman yang sama, yaitu dari Kublai Khan. Lalu bekerja sama untuk melawan musuh bersama.

“Champa, kerajaan di Pantai Selatan Laut Cina, tempat para saudara seagama yang ramah tinggal, termasuk salah satunya. Lagipula, seorang sepupuku menikah dengan raja Champa,” ujar sang raja.

Selain itu, Malayu, sebuah negeri besar di Sumatera yang rajanya harus didekati juga, agar membatalkan hubungan akrabnya dengan Kublai Khan. Jika mereka berhasil dijadikan sekutu, Kerajaan Singasari bisa mencegah Mongol menguasai dua pelabuhan terbaik di wilayah ini, sehingga mereka tidak akan bisa berlabuh dan mengisi logistik kapal-kapal perang mereka di sana.

Untuk itu, jika perlu mungkin Kertanegara harus berjudi mengalihkan sebagian pasukannya yang terbatas itu ke pelabuhan-pelabuhan tersebut untuk meyakinkan sekutu bahwa Kerajaan Singasari akan bahu-membahu bersama mereka.

Baca juga: Kisah Raja Majapahit Nikahi Putri Campa Lalu Masuk Islam, Abaikan Nasihat Sabda Palon

Kerajaan Kertanegara juga harus mencari dan memanfaatkan rahasia kekuatan gaib yang suci yang digunakan Kublai Khan untuk membuat para bala tentaranya yang ganas itu menjadi tak terkalahkan, bahkan ketika menghadapi kerajaan-kerajaan yang lebih besar dan maju.

Baca juga: Kisah Runtuhnya Kerajaan Singasari: Prabu Kertanegara Dibunuh Dalam Keadaan Mabuk

Namun, setelah mendengarkan penjelasan mengenai strategi Kertanegara tersebut, sejumlah pihak berpendapat bahwa sia-sia saja upaya mereka melawan musuh yang tangguh seperti Mongol. Meskipun begitu, Kertanegara melihat secercah harapan dari apa yang pernah terjadi ketika Mongol menyerbu kerajaan pulau lainnya, Jepang, pada tahun 1281.

Setelah beberapa kali gagal untuk dengan terhormat mengusir utusan Khan, raja Jepang melangkah lebih jauh dari Kertanegara dan membantai dua utusan Mongol terakhir sebagai bentuk perlawanan.

Sumber: Buku Gayatri Rajapatni: Perempuan di Balik Kejayaan Majapahit karya Earl Drake

(Fakhrizal Fakhri )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement