RADEN PATAH dan para Wali Sanga nampak puas atas selesainya pembangunan Masjid Agung Demak Bintoro. Tak ada pekerjaan lagi kecuali menunggu hari esok yaitu hari Jumat, dimana Masjid Jami' akan dipergunakan untuk jamaah shalat Jumat. Raden Patah dan para Wali Sanga pun hanya melihat-lihat bangunan masjid dari kejauhan.
Namun, berbeda dengan Sunan Kalijaga, ia nampak duduk termangu sambil memandangi Masjid Agung dari kejauhan, dalam benaknya ia memikirkan apakah arah kiblat Masjid Agung Demak Bintoro sudah benar atau belum.
BACA JUGA:Karomah Sunan Kalijaga: Sambung Badan Orong-Orong yang Terputus
Begitulah, ternyata Sunan Kalijaga sedang merenungkan tentang arah kiblat Masjid Agung yang baru saja selesai penggarapannya. Ia pun menyadari bahwa arah kiblatnya salah.
"Ya, ini tidak bisa dibiarkan! Arah kiblat Masjid Jami' ini keliru!" demikian gumam Sunan Kalijaga dalam kesendiriannya.
BACA JUGA:Kisah Sunan Kalijaga Buat Saka Tatal untuk Tiang Masjid Demak
Atas kekeliruan itu, Sunan Kalijaga segera melapor kan kepada Raden Patah beserta para Wali Sanga lain nya. Meskipun penentuan arah kiblat Masjid Agung tersebut telah dipimpin oleh para Wali Sanga, tetapi jika kenyataannya keliru, apa boleh buat?