Ketua umum Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) Desianto Budi Utomo mengatakan, pihaknya sangat mendukung pengembangan budidaya jagung oleh pemerintah, terutama dalam mendukung pertumbuhan industri pakan.
Ia katakan, dalam industri pakan khususnya pakan unggas, jagung merupakan komponen utama bahan baku pakan yang berkontribusi sekitar 40-50 persen dari total formulasi.
Desianto menyebutkan, pada tahun 2019-2021, industri pakan menyerap lebih dari 6 juta ton jagung domestik dengan kadar air 15%. Ia pun menjelaskan, secara rincian tahun 2019 industri pakan menyerap 6,43 juta ton, tahun 2020 sebesar 6,49 juta ton dan tahun 2021 sebesar 6,18 juta ton, sedangkan untuk tahun 2022 hingga Maret industri pakan telah menyerap jagung sebesar 2,01 juta ton.
Lebih lanjut Ia katakan, dukungan GPMT dalam pengembangan jagung nasional tidak saja dalam komitmen untuk melakukan pembelian jagung dari petani lokal, namun juga melakukan investasi dalam bentuk pengadaan silo dan dryer.
“Sebagai gambaran, kapasitas silo industri pakan tahun 2019 sebesar 1,49 juta ton dan tahun 2021 meningkat menjadi 1,8 juta ton," kata Desianto.