Ia jelaskan, kapasitas dryer milik anggota assosiasinya saat ini juga meningkat dari 32,15 ribu ton per hari pada tahun 2019 menjadi 35,52 ribu ton per hari pada tahun 2021. "Semua itu telah kami lakukan untuk mendukung serapan jagung domestik," katanya.
Desianto pun menjelaskan, keseriusan industri pakan dalam mendukung pengembangan jagung dalam negeri juga terbukti dengan tidak adanya importasi jagung oleh industri pakan sejak tahun 2019. “Kami berkomitmen untuk tidak melakukan importasi jagung sejak 2019 karena jagung lokal sudah mencukupi, selain itu faktor kesegaran (freshness) jagung domestik juga lebih bagus apabila dibanding dengan jagung impor," katanya.
Ia pun juga berpendapat, pengembangan jagung domestik akan mendorong peningkatan pendapatan masyarakat pedesaan.
"Jika petani jagung di pedesaan meningkat pendapannya, maka pada akhirnya juga akan mendorong daya beli masyarakat untuk dapat mengkonsumsi pangan hewani, khususnya daging dan telur unggas yang juga akan mendukung pertumbuhan industri pakan, inilah Multiplier effect-nya akan dirasakan industri pakan juga”, tutur Desianto.
(CM)
(Karina Asta Widara )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.