Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Deretan Kerajaan Islam yang Mampu Usir Penjajah: Dari Sultan Agung hingga Hasanuddin

Tim Okezone , Jurnalis-Jum'at, 06 Mei 2022 |11:00 WIB
Deretan Kerajaan Islam yang Mampu Usir Penjajah: Dari Sultan Agung hingga Hasanuddin
Kesultanan Banten (Foto: istimewa)
A
A
A

JAKARTA - Islam masuk ke Nusantara sekitar abad ke-6 Masehi dam terus berkembang dengan munculnya Kerajaan Islam. Kerajaan Islam di Nusantara berkembang pesat pada abad ke-13 Masehi.

Sejumlah kerajaan Islam itu pun dicatat sejarah mampu mengusir penjajah dari wilayah kekuasaannya. Berikut raja-raja hebat di masa Kerajaan Islam yang dihimpun Tim Litbang MPI, Jumat (6/5/2022).

Raden Patah

Raden Patah merupakan pendiri serta raja kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa yaitu Kerajaan Demak. Diketahui, Raden Patah merupakan anak Raja Majapahit yang terakhir yaitu Brawijaya V. Kerajaaan Demak didirikan pada 1478. Di bawah kepemimpinan Raden Patah, Kerajaan Demak menjadi pusat penyebaran agama Islam serta pusat perdagangan. Kepemimpinan Raden Patah menjadi tahap awal berkembangnya ajaran Islam di Pulau Jawa. Selain itu, pada masa pemerintah Raden Patah juga dibangun Masjid Demak.

Baca juga: Perjuangan Ayah Sunan Giri Sebarkan Islam di Banyuwangi, Berawal Obati Putri Raja

Sultan Trenggono

Sultan Trenggono merupakan raja ketiga Kerajaan Demak. Sultan Trenggono naik takhta setelah Pati Unus. Sultan Trenggono memerintah pada 1521-1546. Di bawah kekuasaannya, Kerajaan Demak mencapai kejayaannya. Pencapaiannya adalah ketika berhasil mengusir Portugis dari Sunda Kelapa pada 1527. Saat itu Fatahillah dikirim Sultan Trenggono untuk menggagalkan Portugis mendirikan benteng di Sunda Kelapa. Akhirnya mereka pun berhasil mengusir Portugis dan mengganti nama Sunda Kelapa menjadi Jayakarta.

Baca juga: 4 Raja Hebat di Masa Kerajaan Islam, Nomor 2 Usir Portugis dari Sunda Kelapa

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement