DUA SOSOK raja Majapahit memiliki keistimewaan tersendiri. Tercatat keduanya mendapat jabatan sebagai saja bahkan di usianya yang masih remaja atau bahkan masih anak - anak. Kakawin Nagarakertagama pun turut mengisahkan perjalanan tiga raja muda di Kerajaan Majapahit.
Pada Pupuh 47 Nagarakertagama disebutkan Jayanagara menjadi raja muda pertama saat berkuasa di Kediri, yang merupakan wilayah kekuasaan Majapahit. Ia diangkat sebagai raja muda di Kediri pada tahun 1295 sebagaimana dikutip dari buku "Tafsir Sejarah Nagarakertagama" dari tulisan Prof. Slamet Muljana.
BACA JUGA:Ternyata Ada Pejabat Setingkat Menko di Era Kerajaan Majapahit, Ini Nama dan Fungsinya
Pengangkatan raja muda dimaksud sebagai pengakuan bahwa raja yang sedang memerintah akan menyerahkan hak atas kerajaan kepada orang yang diangkat sebagai raja muda. Jika yang bersangkutan telah mencapai usia dewasa atau jika raja yang sedang memerintah mangkat. Raja muda Majapahit pertama Jayanagara sebagaimana dibuktikan di Piagam Kertarajasa tahun 1305 lempengan 3 baris 4 yang berbunyi Sri Jayanagara Dahanaputra Pratisthitamita balawirya.
Raja muda kedua adalah Hayam Wuruk yang dinobatkan sebagai raja muda di Kahuripan (Jiwana) dengan nama raja abhiseka Sri Rajasanagara seperti yang tercatat dalam piagam O.J.O LXXXIV, bagian muka baris 9 yang berbunyi Jiwanarajya patistha Dyah Hayam Wuruk Bhatara Sri Rajasanagara nama rajabhiseka.
BACA JUGA:Aturan Ketat Pernikahan, Istilah Wulanjar Gadis Rasa Janda Mencuat di Masa Kerajaan Majapahit
Dimana pengangkatan raja muda tidak bergantung pada tingkaran usia. Mengingat baik Jayanagara maupun Hayam Wuruk naik tahta saat masih usia anak-anak. Pemerintahan di negara bawahan yang bersangkutan dijalankan oleh patih dan para menteri.
Pada zaman Tribhuwana Tunggadewi Jayawisnuwardhani, negara bawahan Daha telah diisi oleh Dyah Wiyah Rajadewi Maharajasa Kahuripan, yang secara resmi diperintah oleh Tribhuwana Tunggadewi Jayawisnuwardhani yang menjadi raja di Majapahit. Demikian pula saat pengangkatan Jayanagara sebagai raja muda di Daha, pada tahun 1295. Pada pertengahan tahun 1293, Daha ditundukkan oleh Nararya Sanggaramawijaya, Jayanagara yang masih anak-anak diangkat sebagai raja muda di Daha, diemban oleh patih Daha Empu Sora.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.