Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Seperti UAS, Ketua MUI Cholil Nafis Mengaku Juga Pernah Diusir Imigrasi Singapura

Muhammad Farhan , Jurnalis-Kamis, 19 Mei 2022 |01:03 WIB
Seperti UAS, Ketua MUI Cholil Nafis Mengaku Juga Pernah Diusir Imigrasi Singapura
KH Cholil Nafis (Foto : Sindonews)
A
A
A

JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Cholil Nafis menceritakan dirinya pernah diusir oleh pemerintah Singapura pada 2007. Cholil yang merupakan alumnus University of Malaya, Malaysia ini mengaku juga mengalami pengalaman tidak menyenangkan seperti yang dirasakan Ustadz Abdul Somad (UAS).

Cholil menyampaikan hal tersebut selepas ramainya perbincangan publik atas ditolaknya UAS oleh pemerintah Singapura. Menurut Cholil, dirinya diusir lantaran memiliki nama awalan 'Muhammad' di paspornya.

"Saya pernah tahun 2007 dari Malaysia naik kereta ke Singapore diintrogasi dua jam lebih di imigrasi karena nama saya di paspor awalan Muhammad," ungkap Cholil dalam cuitan di media sosial twitternya @cholilnafis, Rabu (18/5/2022).

Karena itu, Cholil meminta pemerintah Singapura untuk tidak mengganggap warga negara tetangganya sebagai suatu ancaman. Cholil juga menilai sikap Singapura terhadap warga Indonesia itu harus diprotes.

"Singapura jangan berburuk sangka kepada warga negara tetangganya. Perilaku ini harus diprotes," lanjut Cholil menambahkan.

Diketahui, Pendakwah kondang Ustaz Abdul Somad ditahan dan dideportasi pihak Imigrasi Singapura. Hal tersebut diungkap pria yang akrab disapa UAS tersebut melalui instagram pribadinya, @ustadzabdulsomad_official.

"UAS di ruangan 1x2 meter seperti penjara di imigrasi, sebelum dideportasi dari Singapore," tulis UAS.

(Angkasa Yudhistira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement