Share

Idap Penyakit Langka, Balita di Subang Butuh Bantuan Dermawan

Yudy Heryawan Juanda, iNews · Rabu 25 Mei 2022 17:17 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 25 525 2600234 idap-penyakit-langka-balita-di-subang-butuh-bantuan-dermawan-7phltveWuP.JPG Ibu balita yang diduga idap penyakit langka, Foto: Okezone

SUBANG - Seorang balita di Subang, Jawa Barat, diduga menderita penyakit langka. Pasalnya, seluruh badannya bersisik dan gatal sepanjang hari. Bahkan kini diusia empat tahun, Elisa, nama balita tersebut, belum bisa berjalan.

Kondisi balita ini pun dikonfirmasi oleh Bidan desa, Cin Opiyani. Dia mengatakan, balita ini mengalami kelainan kulit, sehingga butuh penanganan khusus.

"Setelah saya berkunjung memang anak ini mengalami kelainan kulit. Itu butuh penanganan yang lebih," katanya kepada wartawan, Rabu (25/05/2022).

Anak satu-satunya pasangan Rudi dan Yuyun ini diduga mengidap penyakit harlequin ichthyosis atau kelainan langka yang mempengaruhi kulit. Kelainan yang disebabkan oleh mutasi gen ini bisa diketahui melalui gejalanya yang khas berupa sisik yang tebal di sekujur kulit bayi.

"Saya sabagai bidan desa akan berkoordinasi dengan kepala puskesmas dan kepala dinas kesehatan Kabupaten Subang, mudah-mudahan ada soslusi terbaik," ujarnya.

Sementara itu, kondisi orang tuanya yang hanya buruh nelayan membuat balita tersebut tak kunjung mendapatkan perawatan yang lebih baik dan butuh bantuan dermawan. Balita ini hanya terbaring di rumah tanpa pengobatan yang layak.

Di samping itu, orang tua juga tidak mengetahui penyakit yang diderita anaknya karena belum pernah diperiksa ke dokter. Rasa gatal sepanjang hari membuat Elisa harus selalu dikipasi untuk meredakan gatalnya.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Bahkan kini Elisa belum bisa berjalan dan pertumbuhannya pun terhambat. Karena keterbatasan biaya, orang tua Elisa hanya bisa membalurinya menggunakan krim kulit untuk mengurangi rasa gatal.

"Kalau tidur pasti dia merasakan gatal banget badannya dan tiap hari suruh garukin badannya. Jadi kipas eanggak pernah berhenti karena kalau enggak ada kipas, panas dan gatal," ujar Yuyun..

Keluarga berharap pemerintah atau dermawan dapat membantu pengobatan anaknya. Pasalnya pekerjaan ayahnya sebagai buruh nelayan tidak sanggup untuk membiaya pengobatan anaknya. Untuk kebutuhan sehari-hari pun kadang tidak terpenuhi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini