Urusan ekonomi, tegas Wapres, sangat penting dan perlu dipahami. “Padahal sekarang ini justru masalah muamalah itu menjadi medan ijtihad paling luas, transaksi-transaksi ekonomi sangat dinamis, sangat bervariasi, sehingga perlu dipandu, perlu dipahami. Nah, fiqihnya itu menjadi penting.”
Apalagi, kata Wapres untuk memakmurkan bumi harus ada ilmu-ilmu ekonomi. “Untuk memakmurkan bumi itu harus mengetahui ilmunya, kuncinya, harus ada ilmu-ilmu ekonomi, ilmu-ilmu yang menyangkut perindustrian, pertanian. Berarti ini termasuk kewajiban kita.”
“Bahkan ulama mengatakan memaksa kamu memberi tanggungjawab kamu untuk memakmurkan bumi. Jadi kita sebagai khalifah fil ardhi itu harus memakmurkan bumi, karena itu perlu ilmu yang menyangkut pertanian, perindustrian, pertambangan, keuangan bahkan juga menjadi sesuatu yang sekaligus dalam rangka pemberdayaan umat,” papar Wapres.
Sebelumnya, Wapres juga telah mendirikan Pesantren Annawawi Tanara. Dia mengatakan pesantren ini didirikan tidak hanya mengenang Syekh Nawawi Al-Bantani, tapi juga mewujudkan keilmuan beliau.
“Ini yang ingin kita berikan kepada anak-anak kepada semua generasi, karena itu saya mendirikan Pesantren ini untuk mendorong, mengenang beliau, dan untuk mewujudkan keilmuan,” katanya.
“Tidak hanya sampai Tsanawiyah, Aliyah, saya sudah mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Fiqih, nah ilmu fiqih yang saya ajarkan itu disini ilmu muamalah yaitu urusan ekonomi. Biasanya ibadah-ibadah, ibadah sudah, pada munakahat urusan nikah, tapi urusan muamalah itu kurang mendapat perhatian,” pungkasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.