JAKARTA - Berikut ini adalah tema dan logo peringatan Hari Lahir Pancasila 2022.
Hari Lahirnya Pancasila diperingati setiap tanggal 1 Juni. Setiap tahun pemerintah memiliki logo dan tema peringatan yang berbeda.
Seperti tahun ini, tema dan logo Hari Lahir Pancasila 2022 pun berbeda dengan tahun 2021.
Apa tema dan logo Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2022?
Dikutip dari laman Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), telah dikeluarkan surat edaran nomor 4 tahun 2022 tentang pedoman Peringatan Hari Lahir Pancasila 2022.
BPIP juga menghadirkan logo Hari Lahir Pancasila 2022 yang bergabar dua telapak tangan berwarna merah putih bersatu memegang bola dunia yang fokus pada peta Indonesia.
Sementara itu, pada bagian bola dunia terdapat lambang Pancasila, lengkap dengan simbol-simbol setiap sila, yaitu banteng, pohon beringin, bintang, rantai, padi, dan kapas.
Sementara di sisi kiri dan kanan terdapat bendera merah putih yang berkibar.
Tema Hari Lahir Pancasila 2022 adalah 'Membangun Bersama Membangun Peradaban Bangsa'.
Logo dan background virtual Peringatan Hari Lahir Pancasila 2022 bisa diunduh secara gratis melalui laman ini >> https://bpip.go.id/
Sejarah Hari Lahirnya Pancasila
Lahirnya Pancasila adalah judul pidato yang disampaikan oleh Presiden Soekarno pada 1 Juni 1945.
Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) atau Dokuritsu Junbi Cosakai mengadakan sidang pertamanya sejak 29 Mei dan selesai tanggal pada 1 Juni 1945.
Rapat tersebut dibuka pada tanggal 28 Mei 1945 dan pembahasan dimulai keesokan harinya pada 29 Mei 1945 bertemakan dasar negara.
Rapat pertama diadakan di Gedung Chuo Sangi In di Jalan Pejambon 6 Jakarta yang kini dikenal dengan sebutan Gedung Pancasila, sebelumnya gedung itu adalah Gedung Volksraad atau Perwakilan Rakyat di era zaman Belanda.
Beberapa hari tidak mendapatkan titik terang, pada 1 Juni 1945, Soekarno mendapat giliran untuk menyampaikan gagasannya tentang dasar negara Indonesia merdeka yang dinamakan Pancasila.
Pidato yang tidak dipersiapkan secara tertulis terlebih dahulu itu diterima secara aklamasi oleh segenap anggota BPUPKI
Kemudian BPUPK membentuk panitia kecil untuk merumuskan dan menyusun Undang-Undang Dasar yang berpedoman pada pidato Soekarno tersebut.
Lalu dibentulah Panitia Sembilan yang terdiri dari Soekarno, Mohammad Hatta, Mr. AA Maramis, Abikoesno Tjokroseojoso, Abdul Kahar Muzakir, Agus Salim, Achmad Soebardjo, Wahid Hasjim, dan Mohamman Yamin untuk ditugaskan merumuskan kembali Pancasila sebagai Dasar Negara berdasar pidato Soekarnopada 1 Juni 1945.
Serta menjadikan dokumen tersebeut sebagai teks untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.
Setelah melalui persidangan dan lobi-lobi akhirnya rumusan Pancasila hasil penggalian Soekarno berhasil dirumuskan untuk dicantumkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar 1945.
Kemudian disahkan dan dinyatakan sah sebagai dasar negara Indonesia merdeka pada 18 Agustus 1945 oleh BPUPKI.
Dalam kata pengantar atas dibukukannya pidato tersebut, yang untuk pertama kali terbit pada tahun 1947, mantan Ketua BPUPKI Dr Radjiman Wedyodiningrat menyebut pidato Soekarno itu berisi Lahirnya Pancasila.
Sekarang, tanggal 1 Juni resmi ditetapkan sebagai Hari Lahir Pancasila melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016 Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Jokowi menyampaikan keputusan ini melalui pidato pada peringatan Pidato Bung Karno 1 Juni 1945, di Gedung Merdeka, Bandung, 1 Juni 2016.
Tanggal 1 Juni kemudian juga ditetapkan sebagai hari libur nasional.
(Natalia Bulan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.