JAKARTA - Ridwan Kamil mencurahkan isi hatinya tentang Emmeril Kahn Mumtadz (Eril) dalam sebuah tulisan panjang tentang anaknya itu. Eril dinyatakan meninggal dunia dalam usia 23 tahun setelah hanyut di Sungai Aare, Bern, Swiss.
Dalam tulisannya berjudul ‘Kapan Kita Pulang?’ itu, Ridwan Kamil mengungkapkan bahwa dia sekeluarga telah mengikhlaskan bahwa Eril sudah selesai perjalanannya di dunia ini.
“Paripurna hidupnya dengan segala amalannya. Ia berpulang kepala pemilik sesungguhnya sesuai jadwalnya,” tulis Ridwan Kamil dalam video Reels Istagram pribadinya, Minggu (5/6/2022).
“Jadwal yang sudah tertulis di kitab takdir Allah yaitu di Lauhul Mahfudz,” sambungnya.
Baca juga: Isi Lengkap Curahan Hati Ridwan Kamil untuk Eril: Seandainya Kami Bisa Bertukar Tempat...
Namun meski mengikhlaskan, Ridwan Kamil menuliskan bagaimana hancurnya hati dia dan sang istri, Atalia dalam menghadapi takdir ini.
“Seandainya kami bisa bertukar tempat. Seandainya. Pastilah itu yang setiap orangtua akan lakukan. Namun logika manusia tidak sama dengan ketetapan takdir. Dan jika terdengar cucuran tangis ibunya setiap malam dan raungan tak bersuara ayahnya, itu semata karena hati kami hancur berkeping-keping,” tulisnya.
Baca juga: Isi Lengkap Curahan Hati Ridwan Kamil untuk Eril: Seandainya Kami Bisa Bertukar Tempat...
Ridwan Kamil melanjutkan, saat ini dia dan keluarga 'sedang menggapai tali keimanan dan keikhlasan, agar bisa memandu kami beradaptasi terhadap takdir ini’.
Menurut Ridwan Kamil, ada dua cara menilai panjang pendeknya umur manusia. Yang pertama, menilai dengan panjangnya umur biologis yang dihitung dengan bulan atau tahun.
Namun ada cara kedua yaitu menghitung berapa panjangnya, lamanya dan besarnya amal kebaikannya saat hidup di dunia ini.